Pixel Code jatimnow.com

Rumah Anggota DPRD Tulungagung Digeledah KPK, Ini Hasilnya

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Bramanta Pamungkas
Polisi bersenjata menjaga penggeledahan KPK di rumah anggota DPRD Tulungagung
Polisi bersenjata menjaga penggeledahan KPK di rumah anggota DPRD Tulungagung

jatimnow.com - Penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah anggota DPRD Tulungagung, Imam Kambali telah selesai.

Dengan mengendarai 2 mobil MVP berwarna hitam dan dikawal ketat oleh polisi bersenjata lengkap, KPK keluar dari rumah yang berada di komplek perumahan Sobontoro Indah, Desa Sobontoro, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung.

Baca juga:  

Saat dikonfirmasi, Imam Kambali mengatakan KPK melakukan penggledahan hampir di semua ruangan. Sebanyak 8 petugas menggeledah ruang tidur hingga ruang kerja politisi dari partai Hanura ini.

Namun dalam penggeledahan tersebut mereka tidak menemukan berkas atau dokumen apapun.

Baca juga:
Ditunjuk Sebagai Plt Bupati Ponorogo, Ini Pernyataan Resmi Lisdyarita

"Sesuai berita acara mereka tidak membawa apapun dari rumah ini," ujarnya, Selasa (18/2/2020).

Menurut Imam Kambali, penggeledahan ini berkaitan dengan statusnya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap terkait pembahasan, pengesahan, dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018, yang menjerat mantan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono.

Pada periode tersebut, Imam Kambali menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Tulungagung.

Baca juga:
Termasuk Sugiri, KPK Tangkap 13 Orang Dalam OTT di Ponorogo

"Infonya ini berkaitan dengan status saya sebagai saksi dalam kasus tersebut," ujarnya.

Selain rumah Imam Kambali, KPK juga menggeledah rumah anggota DPRD Tulungagung lainnya, Suharminto. Anggota dari fraksi PDIP ini merupakan adik kandung Supriyono. Pada periode 2013-2018 lalu, Suharminto menjabat sebagai Ketua Fraksi PDIP.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam