Pixel Code jatimnow.com

KPK Bawa Lima Koper Keluar dari Gedung DPRD Tulungagung

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Bramanta Pamungkas
Para Penyidik KPK saat keluar dari Gedung DPRD Tulungagung
Para Penyidik KPK saat keluar dari Gedung DPRD Tulungagung

jatimnow.com - Setelah melakukan penggeledahan sekitar enam jam, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meninggalkan Gedung DPRD Tulungagung, Senin (17/2/2020). Mereka membawa lima buah koper dan tiga kardus diduga berisi dokumen.

Penggeledahan ini diduga berkaitan dengan kasus suap pembahasan, pengesahan dan pelaksanaan APBD dan/atau APBD Perubahan Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2015-2018, yang menyeret mantan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono.

Dengan mengendarai empat mobil MVP berwarna hitam, sekitar 8 Penyidik KPK mendatangi Gedung DPRD Tulungagung sekitar pukul 11.50 Wib. Mereka kemudian masuk ke sejumlah ruangan, mulai dari ruangan Ketua DPRD Tulungagung, ruang Sekertaris Dewan serta ruang aspirasi.

Baca juga:  KPK Geledah Sejumlah Ruangan di Gedung DPRD Tulungagung

Baca juga:
Ditunjuk Sebagai Plt Bupati Ponorogo, Ini Pernyataan Resmi Lisdyarita

Selama penggeledahan, para Penyidik KPK tampak membawa sejumlah dokumen berkas ke ruang aspirasi untuk diperiksa.

Sekertaris DPRD Tulungagung Budi Fatahillah membenarkan penggeledahan tersebut. Namun Budi enggan menjelaskan lebih lanjut, terkait proses penggeledahan dan pemeriksaan dokumen. Menurutnya, hal ini merupakan wewenang Penyidik KPK.

Baca juga:
Termasuk Sugiri, KPK Tangkap 13 Orang Dalam OTT di Ponorogo

"Saya tidak bisa menjelaskan lebih rinci lagi karena ini bukan wewenang saya. Ini merupakan wewenang KPK," ujar Budi.

Seminggu sebelum penggeledahan, dua orang pejabat di Tulungagung telah dipanggil KPK untuk diperiksa. Mereka adalah Bupati Tulungagung Maryoto Birowo dan Sekertaris DPRD Budi Fatahillah. Keduanya diperiksa terkait kasus korupsi yang menjadikan mantan Ketua DPRD Tulungagung, Supriyono, sebagai tersangka.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam