Pixel Code jatimnow.com

Jabat Karopenmas Polri, Ini Tantangan Kombes Pol Argo Yuwono

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : LKBN Antara
Karopenmas Polri Kombes Pol RP Argo Yuwono (Foto: Republika/ Wihdan Hidayat)
Karopenmas Polri Kombes Pol RP Argo Yuwono (Foto: Republika/ Wihdan Hidayat)

jatimnow.com - Jabatan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas (Divhumas) Polri resmi diserahterimakan dari Brigjen Pol Dedi Prasetyo ke Kombes Pol RP Argo Yuwono, Selasa (19/11/2019).

Argo Yuwono sebelumnya merupakan Kabid Humas Polda Metro Jaya. Mutasi tersebut berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor/ST/3020/XI/KEP./2019 tertanggal 8 November 2019. Sedangkan Dedi diangkat menjadi Karobinkar SSDM Polri.

Kepala Divhumas Polri Irjen Polisi Mohammad Iqbal mengatakan, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mendapatkan nilai terbaik selama menjabat sebagai Karopenmas Polri.

"Pak Dedi mengarungi lautan yang ombaknya luar biasa dalam jabatannya sebagai Karopenmas. Kalau saya boleh menilai Pak Dedi mendapatkan nilai cum laude. Pak Dedi 'berdarah-darah' atas dinamika tugas sebagai jubir Polri," kata Irjen Pol Iqbal saat menyampaikan amanat upacara di Mabes Polri, Jakarta.

Baca juga:
Awasi BBM! Pertamina Patra Niaga Rangkul Polri dan Hiswana Migas

Menurutnya, tugas yang diemban Dedi sebagai Karopenmas Polri bukan hal yang mudah. Sebagai Karopenmas, Dedi selama ini dituntut menyampaikan realita kondisi keamanan di lapangan ke media dengan pemilihan kata atau diksi yang tepat. Dedi juga harus menyampaikan imbauan-imbauan yang menyejukkan meski kadang kondisi keamanan sedang tidak kondusif.

Iqbal pun berpesan agar Kombes Pol Argo Yuwono yang kini menjabat Karopenmas mampu menyejajarkan kualitasnya dengan Dedi.

Baca juga:
TNI-Polri Kawal Ketat Dapur Program Makan Bergizi Gratis di Surabaya

"InsyaAllah, Pak Argo akan siap dan menyejajarkan prestasi yang diukir oleh Pak Dedi," terang Iqbal.

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam