Membatik Masuk Kurikulum SMA di Tulungagung ini

jatimnow.com - SMAN 1 Kedungwaru, Tulungagung melestarikan tradisi membatik dengan memasukkannya menjadi kurikulum pembelajaran dan seluruh siswa mulai kelas XI diwajibkan untuk mengikutinya sejak tahun 2008 lalu.

Kepala Sekolah SMAN 1 Kedungwaru, Harim Soedjatmiko mengatakan kurikulum membatik ini mulai dilaksanakan saat sekolah ditunjuk menjadi sekolah unggulan.

"Tulungagung dulu merupakan salah satu pusat kerajinan batik dan terkenal luas karyanya," ujarnya, Rabu (2/10/2019).

Kurikulum membatik ini terintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Mereka mencoba menganilis batik, melalui pendekatan pelajaran lain seperti ekonomi dan kesenian.

Siswa tidak hanya diajari teknik dasar membatik, namun juga diberi wawasan tentang prospek ekonomi batik kedepan dan strategi penjualannya.

"Jadi membatik tidak berdiri sebagai mata pelajaran sendiri, namun terintegrasikan dengan pelajaran lain sehingga wawasan siswa menjadi luas," terangnya.

Batik hasil karya siswa ini juga sering diikutkan pameran, dan sudah banyak dijual. Hasil karya mereka juga dijadikan souvernir saat acara wisuda, dan diberikan ke wali murid.

Melalui kurikulum ini pihak sekolah berharap siswa tidak hanya ikut melestarikan batik saja, namun bisa mengembangkan karya seni ini.

Vira Agung Praningtias, siswa kelas XII mengaku tertarik dengan batik setelah mecoba membuatnya sendiri. Motif batik Majan khas Tulungagung menjadi favoritnya. Selain bisa belajar cara membatik, Vira juga ikut bekajar mendesain batik.

"Yang jelas batik merupakan asli Indonesia yang harus dijaga kelestariannya," katanya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top