jatimnow alexametrics

Anggota Geng All Star Surabaya Disekap Jawara Kampung, Ini Pemicunya

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Farizal Tito
Berbagai senjata diamankan dari penangkapan anggota geng beberapa waktu lalu
Berbagai senjata diamankan dari penangkapan anggota geng beberapa waktu lalu

jatimnow.com - Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya terus mengembangkan kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap korban berinisial NFH (16) yang merupakan anggota Geng All Star Surabaya.

Korban disekap dan dianiaya oleh sembilan remaja yang mengatasnamakan Geng Jawara Kampung. Korban kini mengalami trauma akibat kejadian pemukulan yang dialaminya saat disekap dan dianiaya oleh Geng Jawara Kampung di tiga lokasi berbeda.

Baca juga:  

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha mengatakan pemicu kejadian penyekapan berawal dari korban kehilangan ponsel miliknya. Ia menduga ponsel tersebut diambil oleh salah satu anggota Geng Jawara Kampung.

"Setelah kehilangan ponselnya, korban nekat ke sebuah warung kopi di Krembangan Bhakti dengan tujuan untuk mengambil ponselnya pada Jumat (20/9) lalu," katanya, Sabtu (28/9/2019).

Korban datang sendirian ke sebuah warung di Krembangan Bhakti tempat berkumpulnya anggota Geng Jawara Kampung. Dari situlah awal korban mengalami penganiayaan.

"Korban mendapat penganiayaan pertama di sana," ujarnya.

Korban dipukuli oleh sekitar 10-15 anak anggota Geng Jawara Kampung. Terlebih, para pelaku penganiaya itu mengetahui jika korban merupakan salah satu anggota Geng All Star Surabaya.

Setelah dianiaya di warung kopi Krembangan Bhakti ini, korban dibonceng ke Jalan Simo Gunung. Di Lokasi kedua ini korban dianiaya di dua lokasi berbeda yaitu di gapura dan di parkiran odong-odong di wilayah Simo Gunung.

"Korban kembali mendapat penganiayaan bertubi-tubi dari anggota Geng Jawara Kampung. Korban mendapat penganiayaan lagi dan sempat pingsan," ungkapnya.

Korban yang pingsan sepertinya membuat anggota geng tersebut kebingungan. Sehingga korban dibawa ke Menganti, Gresik. Ia disekap di sebuah kafe di sana.

Setelah sadar, korban kembali dianiaya. Bahkan penganiayaan tersebut di video dan disebar sebagai peringatan pada anggota Geng All Star lainnya.

"Korban mendapat penganiayaan terus di lokasi tersebut hingga akhirnya berhasil kami temukan. Korban mengalami trauma akibat kejadian tersebut," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, remaja berinisial NFH (16) tahun disekap anggota Geng Jawara Kampung. Penyekapan diduga karena perselisihan antar geng karena diketahui NFH diduga salah satu anggota geng All Star Surabaya.

Dalam penggerebekan, Giadi bersama Kasubnit Iptu Tio Tondy dan Iptu Zainul Abidin beserta tim berhasil meringkus 9 dari 10 pelaku. Dari 9 remaja yang ditangkap itu, 7 di antaranya masih di bawah umur dan 2 lainnya dewasa.

Sebagai informasi, dua geng ini, yaitu Geng Jawara Kampung dan All Star Surabaya juga pernah diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada 1 September 2019 dinihari. Mereka diamankan beserta puluhan senjata sebelum tawuran pecah.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif