jatimnow alexametrics

Perseteruan Dua Geng di Surabaya, Seorang Remaja Disekap dan Dipukuli

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Dua geng di Surabaya yang berseteru ini juga pernah ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak beberapa waktu lalu
Dua geng di Surabaya yang berseteru ini juga pernah ditangkap Polres Pelabuhan Tanjung Perak beberapa waktu lalu

jatimnow.com - Seorang remaja berusia 16 tahun disekap dan dipukuli 10 remaja dari geng yang selama ini berseteru dengan geng yang diikuti korban. Orangtua korban baru mengetahui anaknya disekap dan dipukuli setelah video kondisi anaknya terunggah di akun Facebook salah satu pelaku.

Orangtua korban berinisial DA (38), warga Pakis, Surabaya itu melapor ke Polrestabes Surabaya pada 22 September 2019. DA melapor setelah mengetahui unggahan foto dan video salah satu akun Facebook. Pada akun itu, DA melihat anaknya disekap dan dipukuli sejumlah remaja.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Dari laporan itu, Tim Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya melakukan penyelidikan. Bermodal keterangan ayah korban dan bukti video dari akun Facebook tersebut, tim ini menelusuri di mana korban disekap.

"Kami berhasil mengendus lokasi penyekapan pada Kamis (26/9/2019) siang. Malamnya langsung kita gerebek," terang Kanit Jatanras Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha mewakili Kasatreskrim AKBP Sudamiran, Jumat (27/9/2019).

Dalam penggerebekan, Giadi bersama Kasubnit Iptu Tio Tondy dan Iptu Zainul Abidin beserta tim berhasil meringkus 9 dari 10 pelaku. Dari 9 remaja yang ditangkap itu, 7 di antaranya masih di bawah umur dan 2 lainnya dewasa.

"Para pelaku ini menyebut dirinya dari Geng Jawara Kampung. Sedangkan korban mengaku menjadi bagian dari Geng All Star Surabaya," terang Giadi.

Baca juga:  

Selain itu, Giadi dan timnya juga menyita sejumlah barang bukti satu unit motor, tiga potong baju, lima unit handphone dan sebuah kunci motor. Para pelaku dan barang bukti kemudian dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Sedangkan korban yang menderita sejumlah luka langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit.

Giadi membeberkan, peristiwa itu terjadi pada sekitar pukul 18.00 Wib, 20 september 2019. Korban saat itu berpamitan untuk mengunjungi rumah neneknya di Wonorejo, Surabaya. Sekitar pukul 22.00 Wib, korban masih bisa dihubungi dan mengatakan sedang berada di Jalan Rajawali, Surabaya.

"Nah, pada jam 23.00 Wib hari itu, korban sudah tidak bisa dihubungi dan tidak pulang ke rumahnya, hingga orangtuanya mengetahui dari Facebook kemudian melapor ke kami," paparnya.

Ternyata, korban saat itu datang ke Krembangan Bhakti, Surabaya dan bertemu kelompok Geng Jawara Kampung. Kemudian di sebuah warung di sana, korban dipukuli geng tersebut, sekitar 10 hingga 15 orang.

"Setelah itu, korban dibawa ke Simogunung dan di lokasi ini korban kembali dipukuli. Dan sekitar jam 04.30 Wib atau tanggal 21 September 2019, korban dibawa ke Menganti, Gresik oleh para pelaku," tambah Alumnus AKPOL Tahun 2012 ini.

Masih kata Giadi, di Menganti, Gresik, korban disekap dan dipukuli beramai-ramai. Aksi itu kemudian direkam video olah salah satu anggota geng dan dishare ke Group Jawara Ladies hingga video itu diviralkan salah satu akun Facebook.

"Kami masih memburu satu pelaku lain," tandas Giadi.

Sebagai informasi, dua geng ini, yaitu Geng Jawara Kampung dan All Star Surabaya juga pernah diamankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak pada 1 September 2019 dinihari. Mereka diamankan beserta puluhan senjata sebelum tawuran pecah.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/new-resto-pelabuhan-portrait.gif