Pixel Code jatimnow.com

Usir Hama, Petani di Tulungagung Gelar Upacara Adat 'Manten Tikus'

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Bramanta Pamungkas
Upacara adat manten tikus
Upacara adat manten tikus

jatimnow.com - Petani di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung menggelar upacara adat 'Manten Tikus', Selasa(20/8/2019). Upacara ini dilakukan untuk mengusir hama tikus dari lahan para petani.

Budiono, salah seorang petani mengatakan upacara adat ini merupakan bentuk permohonan kepada Tuhan YME agar hama tikus tidak menggangu tanaman petani.

Dalam upacara ini mereka menangkap dua pasang tikus berkelamin jantan dan betina. Tikus tersebut diambil dari sawah yang ada di tiap dusun.

"Sehari sebelumnya kita melakukan tirakatan di tengah sawah terlebih dahulu sebelum memulai upacara," ujarnya.

Dua pasang tikus ini kemudian dimasukkan ke dalam kandang berukuran sedang. Tikus ini lalu diputar sebanyak 7 kali, diatas sesajen yang telah disiapkan.

Setelah diputar, tikus kemudian diarak keliling desa. Layaknya pengantin, petani juga membawa kembar mayang dalam upacara ini. Sesampainya di tepi sawah, hewan pengerat ini kemudian dilepaskan.

"Ini yang membedakan dengan mantu, kalau mantu tujuannya memperbanyak keturunan tapi kalau manten tikus ini bertujuan agar mereka tidak lagi menganggu tanaman petani," jelasnya.

Baca juga:
Atasi Hama Tikus Tanpa Jebakan Listrik, Warga dan Polisi di Lamongan Lakukan Ini

Para petani percaya, jika tikus tidak diganggu mereka juga tidak akan mengganggu manusia. Upacara manten tikus ini merupakan salah satu bentuk menghormati keberadaan tikus.

Petani berharap usai menggelar upacara ini, tikus mau keluar dari sarangnya dan tidak lagi merusak tanaman yang akan ditanam.

"Tikus ini merupakan hewan misterius. Jika tidak diganggu manusia maka tikus juga tidak akan mengganggu," pungkasnya.

Baca juga:
30 Hektare Tanaman Padi di Jember Diserang Hama Tikus, Salah Pola Tanam

 

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam