Ini Ciri-ciri dan Penyebab Stres Pada Hewan Kurban

jatimnow.com - Kesehatan hewan kurban mempengaruhi kualitas dari daging. Tingkat stres disebut menjadi pemicu utama buruknya kualitas daging hewan. Berbagai antisipasi dilakukan menjelang Hari Raya Idul Adha.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang Jawa Timur 1, Suwarno mengatakan, tingkat stres akan menurunkan kualitas daging. Salah satu faktor yang menyebabkan stres adalah transportasi yang membuat hewan tersebut tidak nyaman saat pengiriman.

Penjual hewan kurban masih ada yang belum memerhatikan kenyamanan hewan selama perjalanan. Bahkan jenis makanan yang seherunsya tak diberikan kepada hewan kurban juga bisa menjadi penyebab stres.

"Kurangnya pengetahuan mengenai cara pengiriman hewan yang baik dan pemberian pakan yang tidak sesuai, itu bisa menjadi penyebab utama stres pada hewan," ujar Suwarno, Senin (22/7/2019).

Hal lainnya yang bisa menyebabkan stres yakni suhu terlalu panas sehingga hewan mengalami hiperthermia. Sedangkan suhu yang rendah dapat menyebabkan hipothermia pada hewan.

"Suhu yang disarankan pada saat persiapan sebelum penyembelihan antara 22-29 derajat celcius," katanya.

Suwarno menyebut bahwa tingkat stres pada hewan dapat dilihat dari warna daging usai proses pemotongan.

"Semakin hitam warna daging, menandakan hewan kurban dalam keadaan stres pada saat sebelum penyembelihan," sebutnya.

Selain itu, nilai pH juga menjadi faktor penting yang harus diperhatikan untuk menjaga kualitas daging agar tetap baik. Salah satu imbauan yaitu dengan tidak membiarkan daging terpapar udara terlalu lama.

"Salah satu cara menjaga pH daging tetap baik pada pH 7,0 -7,2 dengan meletakkan daging di tempat tertutup dengan sirkasi udara secukupnya," tandasnya.

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top