PCNU Ajak Masyarakat Magetan Tunggu Putusan MK

jatimnow.com – Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Kabupaten Magetan, KH Mansyur Abdullah menolak tegas jika terjadi aksi kerusuhan pasca keputusan Mahkamah Konsitusi (MK) perihal sengketa Pilpres 2019.

"Saya menolak tegas kerusuhan terjadi kembali pasca keputusan MK," katanya, Kamis (13/6/2019).

Ia menyebutkan, seharusnya keputusan tertinggi lembaga konsitusi tersebut dihormati oleh siapapun. Termasuk pendukung dua kubu yang selama ini berseberangan.

"Ya harus diterima keputusan apapun. Jika memang sesuai hati nurani ya diterima dengan sukacita. Jika tidak dengan keinginan para pendukung juga harus menerimanya dengan lapang dada," ujarnya.

Menurutnya kerusuhan hanya akan menimbulkan kerugian dan nama baik Indonesia juga dipertaruhkan jika tetap rusuh seperti 22 Mei lalu.

"Jaga nama bangsa itu jauh lebih penting. Agar kita juga dihormati oleh negara lain," tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk ini menjaga ketertiban, keamanan, kerukunan, ketentraman dalam hidup beragama dan bermasyarakat.

"Pilpres sudah usai. Kembali lagi ke kehidupan. Tetap rukun, jaga kententraman. Karena semua hidup berdampingan," harapnya.

Ia juga menolak jika warga Kabupaten Magetan menyebarkan berita bohong atau yang selama ini lebih dikenal dengan hoaks. Karena menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya juga bisa memicu kerusuhan.

"Bisa memicu kerusuhan. Saat ini lebih baik menunggu keputusan MK. Apapun nanti keputusan MK harus diterima," tukasnya.

 

 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top