jatimnow alexametrics

Polisi Razia Serentak di Kediri, Antisipasi Gerakan People Power

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Pemeriksaan barang bawaan penumpang mobil yang dirazia
Pemeriksaan barang bawaan penumpang mobil yang dirazia

jatimnow.com - Polres Kediri dan jajaran menggelar razia serentak di sejumlah titik perbatasan, Sabtu (18/5/2019) malam hingga Minggu (19/5/2019) dinihari. Razia ini dilakukan untuk mencegah pergerakan massa people power yang akan bergerak ke Jakarta.

Razia serentak ini dipimpin langsung Kapolres Kediri, AKBP Roni Faisal Saiful Faton. Bersama personel TNI, mereka menyebar ke 6 lokasi, yaitu perbatasan dengan wilayah Kota Kediri, Nganjuk, Jombang, Blitar, Batu dan Tulungagung.

Roni menjelaskan, semua kendaraan yang melintas tanpa kecuali diperiksa, mulai dari identitas penumpang, barang bawaannya hingga identitas kendaraan.

"Razia ini kami lakukan secara serentak di enam wilayah di perbatasan Kabupaten Kediri dengan kabupaten lain. Kegiatan ini juga untuk mengantisipasi adanya barang-barang berbahaya seperti bahan peledak, sajam, miras dan peredaran narkoba," kata Alumnus AKPOL tahun 2000 ini, Minggu (19/5/2019) dinihari.

Polisi memeriksa barang bawaan di dalam mobilPolisi memeriksa barang bawaan di dalam mobil

Menurut Roni, razia ini juga dilakukan untuk mengantisipasi adanya rombongan dari Kediri yang akan berangkat menuju Jakarta untuk ajakan people power. Meskipun belum ada infomasi terkait adanya rombongan yang berangkat ke Jakarta, namun polisi tidak mau kecolongan.

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/gempur-rokok-ilegal-portrait-1.jpg

"Kami saat ini sedang melaksanakan operasi pekat dan termasuk langkah antisipasi gerakan people power jelang pengumuman Pemilu 22 Mei mendatang oleh KPU," tambahnya.

Mantan Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya ini mengimbau kepada masyarakat agar tidak terpengaruh dengan ajakan people power menolak hasil keputusan pemilu oleh KPU. Menurutnya, gerakan tersebut rentan disusupi oleh kepentinga golongan, yang berupaya memecah belah persatuan bangsa.

"Yang jelas kami mengimbau tidak perlu datang ke Jakarta 22 Mei mendatang," pungkasnya.

 

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

https://jatimnow.com/po-content/uploads/advetorial/player-manggis-potrait.jpg