Bocah ini Tewas Berdiri di Pagar Sarang Walet Sambil Berpegangan Kabel

jatimnow.com - Nahas menimpa Bima, saat bermain di sekitar rumahnya Dusun Krajan, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Bocah laki-laki usia 7 tahun ini tewas saat memanjat pintu gerbang besi, gedung sarang walet, Sabtu (31/3/2018) siang.

Dilihat dari foto yang beredar di media sosial, posisi korban masih terlihat dalam posisi berdiri sambil memegang kabel di kedua tangannya, yang melintang persis di atas pintu yang dipijaknya. Kepala korban terlihat lunglai ke belakang

Diduga, korban memanjat pintu gerbang kemudian sesampainya diatas, ia meraih kabel untuk berpegangan. Kabel yang teraliri listrik PLN itu pula yang menewaskan Bima.

Masrodin, salah satu warga setempat mengatakan, tubuh korban sudah dievakuasi warga dengan terlebih dahulu mematikan aliran listrik pada kabel.

Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Gladag yang hanya beberapa meter dari lokasi kejadian. "Sudah dievakuasi oleh warga," katanya.

Novita, warga setempat lainnya mengatakan, dia mengetahui kejadian itu saat mendengar seseorang berteriak-teriak meminta tolong. Kemudian warga langsung berhamburan ke lokasi kejadian termasuk dirinya yang hendak bepergian ke Rogojampi.

"Saya pas mau ke Rogojampi, dan ada laki-laki tua teriak-teriak minta tolong, ternyata ada anak kesetrum," tambahnya.

Sementara Kapolsek Rogojampi, Kompol Suharyono mengaku menerima laporan kejadian tersebut. Namun pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih melakukan olah TKP.

"Iya, korbannya atas nama Bima umur 7 tahun anak dari Bapak Yogi warga setempat. Pemilik gedung walet atas nama Haji Hasan," pungkasnya.

Peristiwa ini membuat geger warga setempat. Selain itu, lokasi kejadian yang berada di tepi jalan poros memancing pengendara untuk singgah melihat kejadian tersebut. 

Reporter: Irul Hamdani

Editor: Erwin Yohanes

jatimnow.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Back to Top