Pixel Code jatimnow.com

Jelang Dilantik Wagub Jatim, Bupati Trenggalek Emil Berkemas

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Bramanta Pamungkas
 Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak  berkemas
Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak berkemas

jatimnow.com - Jelang pelantikan sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak mulai mengemasi ruang kerjanya di Pendopo Manggala Praja Nugraha.

Sejumlah barang milik pribadi mulai dimasukkan ke dalam kardus. Beberapa foto dan lukisan yang terpajang di dinding kantor juga mulai diturunkan.

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elistianto Dardak dijadwalkan akan dilakukan di Istana Merdeka pada 13 Februari mendatang.

Emil sendiri mengaku baru mengetahui jadwal pasti setelah dihubungi oleh Sekda Provinsi Jatim.

"Waktu pelantikannya sudah mepet ini kita bersiap untuk berkemas kemas," kata Emil, Jumat (08/02/2019)

Bupati berusia 34 tahun ini hanya mempunyai waktu efektif selama empat hari sebagai Bupati Trenggalek. Hari hari terakhirnya ini akan digunakan secara maksimal untuk menjalankan tugasnya, termasuk memantau pelaksanaan Pilkades serentak yang akan berlangsung Sabtu (09/02/2019) esok.

Baca juga:
Bandara Dhoho Kediri Jadi Episentrum Baru Konektivitas dan Ekspor Jatim

"Ini merupakan momentum yang sangat berharga sebagai Bupati Trenggalek," ujarnya.

Meskipun sudah tidak menjabat lagi, Emil memastikan Trenggalek akan selalu berkesan baginya. Selain merupakan tanah kelahiran leluhurnya, Emil juga mengaku kedekatan emosional antarnya dengan masyarakat juga tidak bisa terputus.

"Terlebih saya juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur, bagi saya Trenggalek sangat berkesan," pungkasnya.

Baca juga:
Pertamina Jatim Gercep Tangani Keluhan BBM, Wagub Jamin Layanan Cepat

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam