Pixel Code jatimnow.com

Pencabulan Siswi SD oleh Teman Sekelas di Pasuruan, Guru Disanksi?

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Moch Rois
Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Dugaan pencabulan tiga siswa sekolah dasar (SD) terhadap siswi teman sekelasnya di Pasuruan berbuntut. Tim Inspektorat Kabupaten Pasuruan tengah melakukan investigasi untuk mengetahui dugaan kelalaian yang dilakukan guru kelas pada saat kejadian.

Sebab saat kejadian berlangsung, sang guru kelas 4 SD itu diketahui sedang tidak berada di ruang kelas karena sakit perut dan harus pergi ke toilet sekolah.

Hasbullah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Pasuruan Pemkab Pasuruan menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Tim Inspektorat atas kasus tersebut.

Baca juga: 

Baca juga:
Pria di Sidayu Gresik Hamili Tetangganya, Pelajar Usia 16 Tahun

"Terkait keputusan hukumannya nanti seperti apa, kita lihat hasil investigasi dari Tim Inspektorat terlebih dahulu," jelas Hasbullah kepada jatimnow.com, Selasa (29/1/2019).

Saat ini, lanjut Hasbullah, Tim Psikolog dari Pemkab Pasuruan juga sudah diterjunkan untuk memberikan penanganan psikologis pada seluruh siswa di SD tersebut, agar mereka segera melupakan kejadian itu.

Baca juga:
Pria Lamongan Perdayai Teman Anaknya, Disetubuhi 10 Kali Hingga Hamil 8 Bulan

"Kami juga tengah fokus ke penanganan kejiwaan para pelajar mulai Senin (28/1/2019) kemarin, termasuk korban," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sri Watiningsih Kepala Sekolah dan Widad Maulukhi Wali Kelas 4 SD itu mengaku bersalah atas kejadian tersebut. Sri Watiningsih juga mengaku jika dirinya dan sang guru siap menerima hukuman dari Dispendik Kabupaten Pasuruan.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam