jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan terus mengebut pembersihan saluran air melalui Gerakan Bersih Lumpur Saluran Dalam Kota (Gempur Saloka). Hingga Rabu (28/10/2026), penanganan saluran di wilayah Kecamatan Babat telah rampung, sedangkan progres di wilayah Kecamatan Kota Lamongan baru mencapai 40 persen.
Sepanjang 2026, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Lamongan telah menangani saluran air dengan total panjang sekitar 8 kilometer di kedua wilayah tersebut. Pekerjaan ini dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air sekaligus mengantisipasi banjir dan genangan saat musim hujan.
Kepala Dinas SDABK Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, mengatakan pembersihan difokuskan pada sejumlah saluran yang berpotensi menghambat aliran air. Pemerintah daerah berupaya memastikan saluran dapat berfungsi optimal ketika curah hujan meningkat.
Baca juga: 835 Ribu Batang Rokok Ilegal Senilai Rp1,23 Miliar Dimusnahkan di Lamongan
Di Kecamatan Babat, pekerjaan telah mencapai 100 persen. Sejumlah titik yang ditangani meliputi Saluran Sawo, Saluran Bedahan, Saluran Plaosan, dan Tanggul Truni. Penanganan di beberapa titik tersebut didukung penggunaan alat berat.
Pembersihan juga dilakukan di Saluran Sumurgenuk, tepatnya di depan RS Muhammadiyah Babat, dengan menggunakan alat berat.
Baca juga: Makam Mbah Lamong di Lamongan Direhabilitasi dengan Anggaran Rp191 Juta
Sementara itu, penanganan di wilayah Kecamatan Kota Lamongan masih berlangsung dengan progres 40 persen. Pekerjaan mencakup Saluran Mlaten-Kenduruan-Sidokumpul di kawasan Plaza Lamongan, saluran di depan Stasiun Lamongan, saluran di depan CPM, serta Saluran Pasar Sidoharjo-Kaliotik.
Erwin mengatakan pekerjaan di wilayah Kota Lamongan akan dilanjutkan secara bertahap hingga seluruh saluran yang menjadi sasaran penanganan dapat berfungsi lebih baik.
Baca juga: Hari Santri Nasional di Lamongan Jadi Momentum Perkuat Peran Pesantren
“Pekerjaan di Kecamatan Lamongan terus kami lanjutkan secara bertahap. Kami berharap seluruh saluran yang menjadi sasaran penanganan dapat berfungsi lebih optimal, sehingga mampu mendukung kelancaran aliran air saat hujan turun,” ujarnya.
Selain pembersihan saluran, Pemkab Lamongan mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke saluran air. Sampah yang menumpuk berpotensi menyumbat aliran dan meningkatkan risiko genangan saat hujan turun.