PHE WMO Gelar Pelatihan Tata Boga Bagi Warga Sidorukun Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 11:31 WIB
Reporter :
Sahlul Fahmi
Warga Desa Sidorukun Gresik saat mengikuti pelatihan tata boga yang diselenggarakan PHE WMO. (Foto: PHE WMO for jatimnow.com)

 

jatimnow.com - PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) menggelar Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) melalui Pelatihan Keterampilan Berbasis Kompetensi bagi warga Desa Sidorukun, Gresik.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang berfokus pada keterampilan teknis industri, pelatihan pada tahun ini diarahkan pada bidang tata boga berbasis entrepreneurship untuk membuka peluang usaha mandiri warga lokal.

Baca juga: Wabup Gresik Lepas Tim Robot Bawah Air UMG ke Final Kontes Kapal Indonesia

Pergeseran fokus ini didasari oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Saat ini, banyak keluarga di wilayah tersebut tergolong pra sejahtera sehingga mudah terdampak oleh inflasi harga bahan pokok. Hal ini dipicu oleh ketergantungan mayoritas keluarga pada satu mata pencaharian utama dari kepala keluarga, sementara banyak pemuda maupun ibu rumah tangga belum terserap di sektor formal lantaran minimnya keterampilan.

Ditambah dengan rendahnya motivasi berwirausaha, upaya pengentasan kemiskinan selama ini masih sangat bertumpu pada program bantuan pemerintah, seperti PKH dan BPNT, alih-alih bertumpu pada kemandirian ekonomi warga.

Menjawab tantangan tersebut, PHE WMO bersinergi dengan Pemerintah Desa Sidorukun dan UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya mengadakan pelatihan tata boga yang komprehensif pada 7–17 September 2026 di UTP BLK Surabaya.

Selama 10 hari, peserta dibekali kemampuan teknis membuat 10 jenis olahan roti, kue kering, hingga jajanan pasar tradisional. Tak hanya praktik memasak, peserta juga mendapatkan pembekalan manajemen usaha, mulai dari higienitas produksi, kreasi produk, hingga simulasi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) berbasis variasi kualitas bahan baku.

Baca juga: 50 Ribu Jamaah Hadiri Haul Sunan Giri, ArsyGas Suplai LPG

Kepala Desa Sidorukun, Djuli Aspug, menyambut positif pendekatan baru pelatihan ini. Menurutnya, keterampilan tata boga memiliki potensi pasar yang sangat terbuka di tingkat desa, seperti pemenuhan kebutuhan ribuan paket konsumsi untuk acara warga atau peringatan Hari Kemerdekaan.

\

“Tahun ini arahnya jelas, yaitu membentuk jiwa entrepreneurship. Harapannya, selepas pelatihan warga bisa langsung mengimplementasikan skill dan ilmu yang di dapat. Jika kebutuhan snack kegiatan desa bisa diproduksi sendiri oleh warga, ekonomi lokal tentu akan berputar dan perlahan warga bisa lepas dari ketergantungan pada bantuan pemerintah,” ujarnya, Jumat (18/9/2026).

Dalam kesempatan terpisah, Manager CRC Regional 4, Rahmat Drajat menegaskan bahwa pelatihan kompetensi ini merupakan agenda rutin perusahaan bagi masyarakat di wilayah Ring 1 operasional. Memasuki dua dekade keberadaannya, PHE WMO berkomitmen untuk terus hadir memberikan solusi yang berkelanjutan bagi persoalan masyarakat.

“Di tengah terbatasnya lapangan kerja dan rentannya ekonomi keluarga yang hanya bertumpu pada satu pencaharian, penguasaan keterampilan praktis menjadi kunci. Kami ingin masyarakat, khususnya kelompok pemuda dan ibu rumah tangga, tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga termotivasi untuk berwirausaha dan paham cara mengelola produk secara ekonomis,” tuturnya.

Baca juga: Trofeo Futsal Jadi Puncak Peringatan HUT ke-81 RI di Duduksampeyan Gresik

Senada dengan hal tersebut, Manager WMO Field, Nofrie Nianta Charitapermana, menekankan bahwa program pemberdayaan masyarakat ini memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan dan kelancaran operasi perusahaan di wilayah tersebut.

“Kelancaran dan keamanan operasional PHE WMO selama ini tentu tidak lepas dari dukungan penuh serta hubungan harmonis yang terjalin dengan masyarakat sekitar, termasuk warga Desa Sidorukun. Kami menyadari bahwa perusahaan dan masyarakat harus tumbuh berdampingan. Oleh karena itu, Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat ini adalah salah satu upaya kami memperkuat sinergi tersebut. Ketika kemandirian ekonomi masyarakat terbangun dan kesejahteraan meningkat, hal itu akan menciptakan lingkungan sosial yang kondusif, yang pada akhirnya sangat mendukung kelancaran operasi kami untuk terus berkontribusi bagi negara,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, PHE WMO berharap peserta mampu mengembangkan keterampilan tata boga menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan, baik melalui usaha mandiri, pemenuhan kebutuhan pasar lokal, maupun peluang terserap ke dunia kerja. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan nilai tambah dan dampak positif bagi masyarakat di sekitar wilayah operasinya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Gresik

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler