Dinas Pertanian Tulungagung Siapkan Mitigasi Pasca Ambrolnya Bendung Pacar

Kamis, 27 Agu 2026 20:00 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Bendung Pacar di Tulungagung yang ambrol. (Foto:Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung mempercepat koordinasi penanganan kerusakan Bendung Pacar yang terletak di Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu. Bangunan tersebut sebelumnya ambrol pada Selasa (25/6/2026) siang. Akibatnya sebanyak lima desa tercanam kekurangan air untuk keperluan irigasi.

Plt Kepala Bidang Prasarana Dinas Pertanian Tulungagung Pujiono mengatakan, Bendung Pacar mengairi ratusan hektare lahan pertanian di sembilan desa. Perbaikan itu dibutuhkan agar tidak memengaruhi pola tanam pada tahun 2027 mendatang.

"Kurang lebih ada 925 hektare lahan pertanian yang bergantung pada sistem irigasi dari Bendung Pacar," ujarnya, Kamis (27/8/2026).

Baca juga: Warga Tulungagung Bongkar Makam Kuno Diduga Berasal Dari Abad 16

Menurut Pujiono, dampak kerusakan Bendung Pacar saat ini belum dirasakan secara luas karena sebagian besar lahan sedang ditanami palawija yang membutuhkan air lebih sedikit dibanding padi. Dinas Pertanian mencatat masih terdapat sekitar 64 hektare tanaman padi berusia dua bulan di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, yang memerlukan pasokan air irigasi. Selain itu terdapat sekitar 46 hektare tanaman padi di Desa Pelem, Kecamatan Campurdarat, yang saat ini mendekati masa panen.

"Mayoritas saat ini musim tanam palawija sehingga tidak membutuhkan banyak air, namun terdapat beberapa titik yang menanam padi," tuturnya.

Baca juga: Target Investasi di Tulungagung Telah Tercapai, Penyumbang Terbesar Dari UMKM

Ancaman yang lebih besar diperkirakan muncul pada pertengahan 2027 ketika petani memasuki musim tanam kedua dan debit air mulai menurun.Jika perbaikan bendung belum selesai hingga periode tersebut, pola tanam petani berpotensi terganggu akibat berkurangnya pasokan air ke lahan pertanian.

\

"Ini perlu segera diperbaiki agar tidak berpengaruh ke pola tanam di tahun 2027 mendatang," imbuhnya.

Baca juga: Asyik Tidur di Masjid, Pria Asal Jakarta Ditangkap Polisi Tulungagung

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Dinas Pertanian menyiapkan skenario penyesuaian pola tanam dengan mendorong petani beralih sementara ke komoditas palawija yang lebih adaptif terhadap keterbatasan air. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus mengurangi risiko gagal panen apabila distribusi air irigasi belum kembali normal.

"Kami berharap proses perbaikan Bendung Pacar dapat segera terealisasi sehingga kebutuhan air pertanian tetap terjaga dan target produksi pangan daerah tidak terganggu," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler