Usung Tema NEXUS, Soerabaia Fashion Trend 2027 Padukan Tren Fashion dengan AI

Sabtu, 15 Agu 2026 20:55 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Penampilan model pada Soerabaia Fashion Trend (SFT) 2027. (Foto: Dadang Kurnia/ jatimnow.com)

jatimnow.com – Kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan kini merambah secara masif ke industri mode kreatif. Merespons fenomena tersebut, ajang pameran busana bergengsi Soerabaia Fashion Trend (SFT) 2027 resmi digelar dengan mengusung tema besar bertajuk "NEXUS" pada 14-16 Agustus 2026 di Ciputra World Surabaya.

Melalui tema ini, SFT 2027 ingin mendobrak stigma bahwa teknologi akan menggantikan peran desainer. Sebaliknya, SFT memandang fashion sebagai ruang transformasi tempat imajinasi manusia, alam, dan teknologi dapat terhubung secara harmonis untuk melahirkan gagasan-gagasan bentuk baru yang segar.

Head of Event Soerabaia Fashion Trend 2027, Enrico Ho, menjelaskan bahwa makna NEXUS adalah representasi dari koeksistensi antara teknologi, alam, dan manusia yang hidup saling berdampingan tanpa saling mendahului maupun merusak satu sama lain.

Baca juga: Mahasiswa Untag Kembangkan AI Deteksi Transaksi Keuangan Tak Biasa

"Tema NEXUS ini dimanfaatkan oleh SFT tidak cuma sekadar untuk brainstorming desain menggunakan AI, tapi dikembangkan untuk bermacam-macam elemen. Misalnya, pembuatan video bumper karya desainer hingga penciptaan identitas model runway secara digital," ungkap Enrico di Ciputra World Surabaya, Sabtu (15/8/2026).

Meskipun membebaskan desainer mengeksplorasi kecerdasan buatan, pihak penyelenggara menetapkan batasan etika yang tegas. Keterlibatan AI dalam setiap karya atau koleksi yang ditampilkan tidak diperbolehkan melebihi angka 50 persen. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa fondasi orisinalitas, identitas, dan visi kreatif desainer manusia tetap menjadi ruh utama dari setiap rancangan.

Baca juga: Perkuat Hub Regional, Indosat Rilis Zankore by Indosat

“Desainer di Surabaya memang belum semuanya menggunakan AI, tetapi sudah cukup banyak yang memakainya untuk proses brainstorming dan mempercantik desain awal. Intinya, penggunaan AI ini sangat mempermudah desainer, asal tidak bablas. Karena itu, porsinya dibatasi di bawah 50 persen," tegas Enrico.

\

Batasan etika ini juga diterapkan secara ketat dalam kompetisi Fashion Illustration. Peserta diperbolehkan memanfaatkan teknologi (seperti prompt generation), namun dilarang menyajikan karya yang secara mentah 100 persen diproduksi oleh kecerdasan buatan tanpa intervensi keterampilan ilustrasi manual.

Terkait tren fashion yang mendominasi panggung SFT 2027, Enrico menyoroti bahwa kombinasi antara mode berkelanjutan, teknologi mode, dan akar budaya lokal menjadi primadona bagi para kreator busana tahun ini.

Baca juga: Indosat Bukukan Pertumbuhan Double Digit, AI Jadi Motor Bisnis Baru

Sebagai contoh, mahasiswa dari Universitas Ciputra memadukan instrumen AI untuk mendalami dan mengangkat kembali tema adat serta tradisi Indonesia. Selain itu, ada pula kompetisi Fashion Upcycling yang mengajak desainer muda mengolah material sisa (limbah fashion) menjadi karya baru bernilai tinggi sebagai bentuk pelestarian lingkungan.

Kehadiran Soerabaia Fashion Trend 2027 diharapkan tidak hanya menjadi sebuah ajang tontonan busana, tetapi juga menjadi wadah edukasi serta eksperimentasi bagi industri kreatif lokal agar mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi digital masa depan.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Surabaya

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler