jatimnow.com - Deretan aliran air yang jatuh dari tebing membentuk tirai raksasa di tengah bentang alam hijau. Dari kejauhan, panorama itu tampak seperti gugusan air yang tak putus-putus mengalir dari ketinggian. Inilah Air Terjun Tumpak Sewu, salah satu lanskap alam yang menjadi daya tarik wisata di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Dikenal dengan nama Coban Sewu atau Tumpak Sewu Semeru, Air Terjun Tumpak Sewu berada di kawasan Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo. Lokasinya berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang, dengan latar Gunung Semeru yang menambah dramatis pemandangan.
Baca juga: Pendaki Ilegal Gunung Semeru Berhasil Dievakuasi, Pengelola Jatuhi Sanksi
Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 120 meter. Aliran air yang berasal dari banyak sumber tersebut jatuh bersamaan di sepanjang dinding tebing, menciptakan visual menyerupai tirai. Karakter inilah yang membuat Tumpak Sewu menjadi salah satu panorama air terjun yang paling ikonik di Jawa Timur.
Nama “Tumpak Sewu” sendiri merujuk pada banyaknya aliran air yang bertumpuk dan menyatu membentuk satu bentang air terjun. Dari sudut pandang wisatawan, aliran tersebut tampak seperti ribuan air terjun kecil yang jatuh berdampingan.
Keindahan Tumpak Sewu semakin kuat karena berada di kawasan yang mendapat pasokan air dari lereng Gunung Semeru. Perpaduan tebing, vegetasi hijau, kabut, dan derasnya aliran air menciptakan lanskap yang menjadi daya tarik utama kawasan wisata ini.
Untuk menikmati panorama Tumpak Sewu, wisatawan dapat menuju area view point setelah memarkir kendaraan. Akses kendaraan roda dua maupun roda empat tersedia hingga area parkir, sedangkan perjalanan menuju titik pandang dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 400 meter.
Dari area pandang, wisatawan dapat menyaksikan hamparan air terjun yang jatuh di antara dinding-dinding tebing. Pada kondisi cuaca cerah, panorama Gunung Semeru juga dapat menjadi latar yang memperkuat karakter lanskap Tumpak Sewu.
Baca juga: Terperosok Jurang 375 Meter, Pendaki Semeru Dievakuasi dengan Slope Rescue
Kawasan wisata Tumpak Sewu juga berada tidak jauh dari Goa Tetes, sehingga wisatawan dapat mengunjungi kedua destinasi tersebut dalam satu perjalanan. Keberadaan fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, pusat informasi, layanan kesehatan, tempat istirahat, mushola, rumah makan, homestay, jaringan telepon seluler, hingga petunjuk arah turut menunjang aktivitas wisatawan.
Bagi pengunjung yang ingin menjelajah lebih jauh, tersedia pula layanan ojek wisata di kawasan tersebut. Kehadiran berbagai fasilitas itu membuat Tumpak Sewu tidak hanya menjadi tempat untuk menikmati panorama, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas wisata alam di kawasan Pronojiwo.
Berjarak sekitar 47 kilometer dari pusat Kabupaten Lumajang, perjalanan menuju Tumpak Sewu membawa wisatawan melewati lanskap pedesaan dan kawasan perbukitan. Setibanya di lokasi, perjalanan kemudian berujung pada satu pemandangan yang menjadi alasan utama wisatawan datang: tirai air raksasa yang jatuh dari lereng Semeru.
Baca juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang
Tumpak Sewu, salah satu destinasi wisata Jawa Timur itu pada akhirnya bukan sekadar tentang derasnya air yang jatuh dari tebing. Ia adalah pertemuan antara aliran sungai, dinding tebing, hijaunya alam, dan kemegahan Gunung Semeru, sebuah lanskap yang menjadikan perjalanan ke selatan Lumajang layak dikenang.