jatimnow.com - Serapan beras di Tulungagung menunjukan tren positif. Hanya dalam setengah tahun realisasi serapan beras sudah mencapai 98 persen dari target.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Hariyadi Kurniawan mengatakan, pada akhir Juli 2026 serapan gabah setara beras sudah mencapai 98 persen atau sebanyak 63.900 ton. Sedangkan pada bulan ini, Bulog Tulungagung menargetkan mampu menuntaskan serapan beras 100 persen.
"Jadi kami menyerap gabah dan kami olah menjadi beras. Sekarang serapan sudah mencapai 98 persen setara beras," ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Baca juga: Dalam 6 Bulan Terakhir Tagihan Listrik PJU di Tulungagung Hemat Rp1,8 Miliar
Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serapan tahun ini tentu mengalami kenaikan signifikan. Baik dari sisi waktu penyerapan atau kuantitasnya.
"Pada tahun 2025, serapan beras bisa mencapai 100 persen pada bulan September. Sedangkan pada tahun 2026, serapan beras ditargetkan tuntas pada bulan Agustus ini," terangnya.
Baca juga: Musim Kemarau, Dua Desa di Tulungagung Alami Krisis Air Bersih
Disisi lain, secara kuantitas target serapan juga mengalami kenaikan. Pada tahun 2025, serapan beras mencapai 42.000 ton. Sedangkan tahun 2026 target serapan naik menjadi 64.000 ton.
"Jadi baik secara waktu dan kuantitas serapan beras naik 50 persen, lebih tinggi dibandingkan tahun lalu," jelasnya.
Baca juga: Dinkes Tulungagung Rujuk Pengungsi Rohingnya yang Mengidap Skizofrenia
Yonas mengungkapkan, stok ketahanan pangan di Tulungagung juga masih surplus. Beras akan digunakan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Kemungkinan stok beras masih mampu bertahan untuk 12 bulan ke depan.
"Kemungkinan realisasi serapan beras tahun ini bisa melebihi target yakni 110 persen," pungkasnya.