jatimnow.com - Sejumlah desa di Kabupaten Trenggalek mengalami krisis air bersih. Minimnya intensitas hujan dalam beberapa bulan terakhir menyebabkan sumber air warga mengalami kekeringan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 10 desa di 5 kecamatan yang mengalami krisis air bersih di musim kemarau ini.
Kalaksa BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono mengatakan 10 desa tersebut tersebar di lima kecamatan, meliputi Tugu, Panggul, Gandusari, Pogalan dan Kecamatan Kampak.
"Untuk desanya, Prambon, Nglebeng, Besuki, Karangtengah, Kertosono, Karangtengah, Ngrencak, Ngrambingan, Wonocoyo, Wonoanti dan Timahan," ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Pohon Tumbang Tutup Jalur Trenggalek-Ponorogo, Listrik Sempat Padam 1,5 Jam
Sebagian masyarakat di wilayah tersebut saat ini mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Pasokan air dari sumur maupun mata air di kawasan pegunungan mulai mengalami penyusutan. Terlebih sejak beberapa bulan terakhir ini tidak turun hujan.
Baca juga: Dampak Gempa Pacitan, 9 Bangunan di Trenggalek Dilaporkan Alami Kerusakan
"Sehingga ketersediaan air tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari warga," jelasnya.
Saat ini pihak desa telah mengajukan bantuan ke BPBD Trenggalek untuk mendapatkan pasokan air bersih secara berkala. Triadi juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana kekeringan, sebab krisis air bisa meluas ke desa-desa lain.
Baca juga: Angin Kencang Terjang Trenggalek: 2 Tower Roboh, 1 Pengendara Tewas Tertimpa Dahan
"Trenggalek ini daerah rawan kekeringan cukup banyak, sehingga kewaspadaan itu penting, termasuk melakukan penghematan dalam pemanfaatan air bersih," pungkasnya.