Pixel Code jatimnow.com

Krisis Air Bersih di Trenggalek Meluas, BPBD Intensifkan Distribusi Bantuan

Editor : Bramanta  
BPBD Trenggalek mendistribusikan air bersih untuk warga. (Foto: BPBD Trenggalek for jatimnow.com)
BPBD Trenggalek mendistribusikan air bersih untuk warga. (Foto: BPBD Trenggalek for jatimnow.com)

jatimnow.com - Bencana kekeringan yang melanda Kabupaten Trenggalek terus meluas. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, jumlah wilayah terdampak yang semula mencakup 10 desa kini bertambah menjadi 15 desa yang tersebar di 8 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, mengonfirmasi bahwa 15 desa yang mengalami krisis air bersih tersebut tersebar di 8 kecamatan. Kondisi terparah tercatat berada di kawasan pesisir selatan, yakni Kecamatan Panggul.

"Wilayah yang terdampak semula 10 desa, sekarang menjadi 15 desa. Rata-rata kondisi mata air atau sumur warga sudah menyusut drastis sehingga tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan MCK," ujarnya, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Trenggalek, ke 15 desa yang mengalami krisis air bersih tersebut adalah Desa Banjar, Nglebeng, Besuki, Karangtengah, Panggul, Kertosono, dan Ngrencak yang berada di Kecamatan Panggul.

Selanjutnya ada Desa Prambon di Kecamatan Tugu, Desa Pandean dan Cakul di Kecamatan Dongko, Desa Wonoanti di Kecamatan Gandusari, Desa Slawe di Kecamatan Watulimo, Desa Timahan di Kecamatan Kampak, Desa Wonocoyo di Kecamatan Pogalan, serta Desa Karangsoko di Kecamatan Trenggalek.

Menanggapi permintaan dari masing-masing pemerintah desa, BPBD Trenggalek bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih secara bergilir ke titik-titik pemukiman warga.

Baca juga:
Dua Penggali Sumur di Trenggalek Tewas Tertimbun Tanah dan Batu

Untuk mempercepat proses distribusi, BPBD telah mendirikan beberapa posko bantuan, salah satunya dipusatkan di Kecamatan Panggul. Langkah ini dinilai efektif untuk menjangkau daerah terisolir di wilayah selatan secara lebih efisien.

"Kami penuhi permintaan warga secara bergilir agar kebutuhan utama masyarakat dapat terpenuhi. Bantuan air bersih ini juga disokong oleh kolaborasi dari berbagai instansi vertikal serta pihak swasta," tuturnya.

Bencana kekeringan di Trenggalek merupakan fenomena tahunan saat musim kemarau panjang. Sebarannya terjadi secara sporadis, baik di wilayah pegunungan maupun dataran rendah.

Baca juga:
Sukses Konservasi Terumbu Karang, Wabup Trenggalek Resmikan Mutiara Dive Center

Menghadapi situasi ini, Pemkab Trenggalek mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dan hemat dalam mengonsumsi air bersih di rumah tangga serta menghindari penggunaan air untuk hal-hal yang kurang mendesak.

Triadi memastikan kesiapan anggaran penanganan bencana tetap menjadi prioritas pemerintah daerah demi menjamin ketersediaan pasokan air bersih bagi seluruh warga yang terdampak hingga musim kemarau berakhir.

"Kesiapan anggaran tentu menjadi prioritas kami agar dapat membantu masyarakat dalam penanggulangan kekeringan," pungkasnya.

Hantu Pasar Tanjung Jember
Opini

Hantu Pasar Tanjung Jember

Di Pasar Tanjung, Kabupaten Jember, hakikat sebuah "hantu" dapat diamati dan ditelisik tanpa memerlukan pergulatan pemikiran yang berlebihan.