Bupati Jember: JFC Jadi Penggerak Ekonomi Percepat Pengentasan Kemiskinan

Minggu, 26 Jul 2026 11:00 WIB
Reporter :
Sugianto
Para talent Jember Fashion Carnaval (JFC). (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bupati Jember Muhammad Fawait menilai pengentasan kemiskinan tidak cukup dilakukan melalui program sosial semata, tetapi juga harus didorong lewat penguatan ekonomi. Salah satu upaya itu, menurutnya, adalah memaksimalkan dampak ekonomi dari penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang mampu menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, hingga perhotelan.

Bupati mengakui Jember memiliki banyak potensi yang telah dikenal secara nasional, mulai dari tokoh politik, seni, budaya, hingga Jember Fashion Carnaval (JFC). Sebagai kepala daerah, ia menegaskan akan mendukung setiap kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“JFC ini merupakan kawah candradimuka bagi generasi penerus karnaval. Kita ketahui bersama JFC berdampak positif terhadap perekonomian, terutama sektor informal. Hotel-hotel penuh, UMKM juga mendapatkan omzet lebih,” ujarnya, Jumat malam (24/7/2026).

Baca juga: Wamenkes Puji Homecare Jember, Jawab Tantangan Akses Kesehatan di Wilayah Luas

Ke depan, Gus Fawait ingin agar dampak JFC tidak hanya melahirkan talenta-talenta baru di dunia karnaval, tetapi juga semakin memperkuat perputaran ekonomi daerah. Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi tersebut harus bermuara pada satu tujuan, yakni mempercepat pengentasan kemiskinan.

“Jadi kemiskinan di Jember harus dientaskan dari berbagai sudut. Di bidang pendidikan kita punya program beasiswa, di bidang kesehatan ada homecare yang rencananya dijadikan pilot project nasional,” jelasnya.

Baca juga: Pemkab Jember Hadirkan Layanan Kesehatan Home Care, Ini Panduan bagi Masyarakat

Selain melalui pendidikan dan kesehatan, kata dia, pertumbuhan ekonomi juga harus terus didorong melalui berbagai event yang mampu meningkatkan perputaran uang di masyarakat.

\

“Tidak boleh ada ego sektoral. Semua harus bergerak bersama, baik pendidikan maupun perekonomian,” sambungnya.

Gus Fawait memaparkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Jember baru berkurang sekitar 8 ribu jiwa. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta memastikan setiap program dan kegiatan memiliki dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: Prabowo Pangkas Bunga PNM Mekaar Jadi 8 Persen, Gus Fawait: Pelaku UMKM Lebih Lega

“Saya sering menyampaikan kepada kepala OPD, saya tidak mau menyelenggarakan event yang tidak berdampak apa-apa. Semua kegiatan harus dikaji dan dianalisis agar memiliki multiplier effect terhadap perekonomian,” tegasnya.

Menurutnya, apabila setiap kegiatan mampu menciptakan multiplier effect, maka pertumbuhan ekonomi Jember akan meningkat dan target penurunan angka kemiskinan dapat dicapai secara lebih cepat.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Jember

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler