Merawat Tradisi Leluhur, Ribuan Warga Tengger Gelar Yadnya Kasada di Bromo

Senin, 01 Jun 2026 21:10 WIB
Reporter :
Ide Farid Nasution
Prosesi ritual suci Yadnya Kasada 2026 di kawasan Gunung Bromo. (Istimewa)

jatimnow.com - Masyarakat adat Tengger kembali menggelar ritual suci Yadnya Kasada 2026 di kawasan Gunung Bromo, Senin (1/6/2026). Tradisi berabad-abad ini menjadi momentum spiritual tahunan yang memadukan nilai keagamaan, pelestarian budaya, serta penghormatan terhadap alam semesta.

Rangkaian Yadnya Kasada diawali dengan ritual keagamaan dan pelayanan bagi umat Hindu Tengger. Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Probolinggo, Bambang Suprapto, menjelaskan bahwa seluruh prosesi ini bermuara pada momen paling sakral, yaitu perjalanan menuju kawah aktif Gunung Bromo.

Pada puncak perayaan, ribuan warga Tengger dari berbagai desa di Kecamatan Sukapura berbondong-bondong mendaki bibir kawah. Mereka membawa hasil bumi, hewan ternak, dan aneka sesaji untuk dilarung ke dalam kawah sebagai ungkapan syukur atas rezeki dan keselamatan yang diterima selama setahun terakhir.

Baca juga: Yadnya Kasada 2026: 3 Dukun Pandita Baru Suku Tengger Resmi Dikukuhkan

Puncak Yadnya Kasada adalah prosesi menuju kawah Gunung Bromo untuk melarung hasil bumi dan berbagai persembahan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sang Hyang Widhi,” ujar Bambang.

Lebih dari sekadar ritual keagamaan, Yadnya Kasada membawa pesan mendalam tentang keseimbangan hidup. 

Bambang menambahkan bahwa esensi utama dari tradisi ini adalah menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. 

Baca juga: Jadwal Ritual Yadnya Kasada 2025, Wisata Bromo Ditutup Sementara

Harapannya, nilai-nilai harmoni tersebut dapat terus terjaga sehingga tercipta kehidupan yang damai, sejahtera, dan selaras bagi seluruh masyarakat.

\

Selain pelarungan sesaji, perayaan tahun ini juga diwarnai dengan acara resepsi khusus serta pengukuhan warga kehormatan Sesepuh Tengger Tahun 1948 Saka. Keberlangsungan adat ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat.

Bupati Probolinggo, Muhammad Haris, menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen kuat untuk menjaga dan melindungi eksistensi masyarakat adat Tengger beserta nilai-nilai budaya yang mereka warisi.

Baca juga: Video: Mengikuti Prosesi Yadnya Kasada 1944 Saka di Gunung Bromo

“Pemerintah daerah berkomitmen mendukung pelestarian budaya masyarakat Tengger sebagai bagian dari identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegas Haris.

Melalui khidmatnya perayaan Yadnya Kasada 2026, masyarakat Tengger memanjatkan doa agar diberi berkah hasil panen yang melimpah, kedamaian, serta keselamatan. Mereka berharap identitas budaya ini tetap kokoh berdiri dan alam Bromo tetap lestari bagi generasi masa depan.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Probolinggo

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler