Kolaborasi Pertamina dan Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Minggu, 03 Mei 2026 16:51 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Proklim Pesanggrahan di Madiun berkembang jadi kampung berkelanjutan lewat kolaborasi warga, Pertamina, dan akademisi. (Foto: Pertamina for jatimnow.com)

jatimnow.com - Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan di Kota Madiun berkembang menjadi contoh kampung berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Warga, terutama perempuan, mengolah sampah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi seperti kompos, ecoenzym, hingga kerajinan tangan.

Gerakan pengelolaan sampah di Pesanggrahan lahir dari kebutuhan mengatasi persoalan lingkungan di tingkat rumah tangga.

Baca juga: Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg Aman Selama Libur Idul Adha di Jatim

Kini, aktivitas tersebut berubah menjadi upaya kolektif yang mendorong kemandirian sekaligus memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.

Kampung Iklim Pesanggrahan juga menarik perhatian kalangan akademisi. Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Penyuluhan Pembangunan Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadikannya lokasi Kuliah Kerja Lapangan (KKL).

Mereka tidak hanya melakukan observasi, tetapi ikut terlibat dalam praktik pengelolaan lingkungan bersama warga.

Ketua Proklim Pesanggrahan, Kurnia Fidia Wati, menyebut kunjungan tersebut memberi manfaat dua arah.

“Kegiatan ini menjadi ruang belajar langsung tentang bagaimana kolaborasi antara perusahaan, masyarakat, dan akademisi bisa tumbuh menjadi gerakan bersama dalam menjaga lingkungan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Ketua Program Studi Pascasarjana Penyuluhan Pembangunan UNS, Hanifah Ihsaniyati, menilai pengalaman lapangan menjadi penghubung penting antara teori dan praktik.

Baca juga: Long Weekend, Pertamina Tambah 955 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Jatim

“Mahasiswa melihat langsung proses partisipasi dan kolaborasi berjalan di masyarakat. Itu membantu memahami pembangunan berkelanjutan secara lebih utuh,” katanya.

\

Mahasiswa peserta KKL, Deni S. Ramadhan, merasakan dampak langsung dari keterlibatan tersebut. Ia menyebut perubahan besar justru lahir dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

“Ketika masyarakat, perusahaan, dan akademisi berjalan beriringan, dampaknya bisa nyata bagi lingkungan dan kehidupan sosial,” ujarnya.

Keberhasilan Proklim Pesanggrahan tidak terlepas dari dukungan Pertamina Patra Niaga Fuel Terminal Madiun.

Baca juga: Pertamina Tambah Pasokan 48 Ribu Tabung LPG 3 Kg di Kediri Selama Libur Panjang

Perusahaan energi tersebut secara konsisten mendampingi program lingkungan berbasis masyarakat melalui skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Fuel Terminal Manager Madiun, Kadek Dwi Ariyanto, mengapresiasi peran aktif warga. “Program ini memberi dampak lokal sekaligus membawa nama baik hingga tingkat internasional, termasuk dalam ajang penghargaan di Quanzhou, China. Kami berharap kolaborasi terus berkembang dan memberi manfaat lebih luas,” katanya.

Sementara Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan.

“Pemberdayaan akan kuat jika industri, akademisi, dan masyarakat saling menguatkan. Dari situ lahir ekosistem yang adaptif terhadap tantangan lingkungan sekaligus mendorong kemandirian,” ujarnya.

Dengan gotong royong yang terus dijaga, Proklim Pesanggrahan menunjukkan kampung berkelanjutan bukan sekadar konsep. Upaya tersebut telah berjalan, tumbuh, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Madiun

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler