SIG Jaga Lukisan Purbakala Tertua Dunia di Tengah Lahan Tambang

Rabu, 04 Mar 2026 23:36 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Tim Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX bekerja sama dengan PT Semen Tonasa melakukan kajian dinding Leang prasejarah di Bulu Sipong 4, Pangkep, Sulawesi Selatan. (Foto: Humas SIG/jatimnow.com)

jatimnow.com - Di tengah aktivitas industri ekstraktif, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) melalui anak usahanya, PT Semen Tonasa, membuktikan bahwa operasional tambang bisa berjalan beriringan dengan pelestarian sejarah dunia.

Komitmen itu terlihat di kawasan Bulu Sipong 4, Pangkep, Sulawesi Selatan, yang menyimpan seni cadas (lukisan gua) tertua di dunia berusia sekitar 44.000 tahun.

Area seluas 31,64 hektare ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi sejak 2018. Langkah strategis tersebut membuahkan hasil positif pada ekosistem sekitar.

Baca juga: SIG Perketat Budaya K3 Lewat New CLSR

Data terbaru tahun 2025 menunjukkan kenaikan Indeks Keanekaragaman Hayati (Kehati) yang signifikan.

Indeks flora naik menjadi 1,54 dari sebelumnya 1,38 pada 2020, sementara indeks fauna melonjak ke angka 2,85.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa penetapan kawasan konservasi ini adalah bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan perusahaan.

Bulu Sipong 4 kini bukan sekadar situs arkeologi, melainkan benteng pertahanan bagi flora dan fauna endemik.

"Kami ingin menunjukkan bahwa industri bisa menjadi pelindung bagi nilai budaya dan lingkungan. Bulu Sipong kini menjadi sarana edukasi sekaligus promosi sejarah peradaban manusia kepada dunia," ujar Vita Mahreyni dalam keterangan resminya, Rabu (04/3/2026).

Baca juga: Kejar Target Indonesia Emas, SIG Cetak Rekor MURI Sertifikasi Ahli Bangunan

Hingga saat ini, Taman Kehati dan Geopark Bulu Sipong telah menjadi habitat bagi 2.898 pohon dari 25 jenis flora, termasuk kayu eboni dan bitti yang langka.

\

Tak hanya itu, kawasan ini menjadi rumah bagi 41 jenis satwa liar. Satwa endemik yang dilindungi seperti monyet dare (macaca maura) dan tarsius terpantau berkembang biak dengan baik di area tersebut.

Lukisan seni cadas tertua di dunia berusia sekitar 44.000 tahun yang menggambarkan perburuan seekor anoa pada dinding Leang di Bulu Sipong 4, Pangkep, Sulawesi Selatan. (Foto: Humas SIG/jatimnow.com)

Untuk menjaga integritas situs dari aktivitas tambang sekitarnya, PT Semen Tonasa menerapkan pengawasan ketat. Perusahaan bekerja sama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIX untuk memantau getaran dan kualitas udara secara berkala.

Baca juga: SIG Pasok 115 Ribu Ton Semen untuk Kilang RDMP Balikpapan

Akses menuju situs pun dibatasi dengan pagar sepanjang 1.900 meter guna mencegah kerusakan fisik pada cagar budaya.

"Kami juga berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin untuk menyusun Cultural Heritage Management Plan. Dokumen ini menjadi kompas bagi perusahaan dalam mengelola warisan budaya agar tetap lestari secara berkelanjutan," tambah Vita.

Upaya ini membawa SIG dan Semen Tonasa diakui di level internasional. Inisiatif perlindungan situs purbakala ini sempat dipaparkan dalam forum SPAFA International Conference on Southeast Asian Archaeology and Fine Arts serta Indonesia Geopark Leader Forum sebagai model percontohan pengelolaan area tambang berbasis konservasi.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler