Aktivitas Pondok Ramadan Siswa SLB B di Tulungagung, Mengaji Al-Quran Braille

Rabu, 25 Feb 2026 12:07 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Foto: Aktivitas pondok Ramadan di SLB B Kedungwaru Tulungagung. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Keterbatasan tak menghalangi semangat siswa SLB-B Kedungwaru, Tulungagung, untuk mengikuti kegiatan di bulan Ramadan ini. Sejumlah siswa berkebutuhan khusus di sekolah ini mengikuti kegiatan tadarus Al-Quran braille dan kelas tahfidz.

Selama bulan Ramadan ini, jam pelajaran untul Al-Quran braille dan kelas tahfidz ditambah. Meski mengalami keterbatasan fisik, mereka tetap semangat melakukan murojaah hafalan dan membaca Al-Quran Braille.

Salah seorang siswa tunanetra, Riska Desila Putri, tampak tekun membaca Al-Qur’an braille. Dengan posisi duduk tegak, ia menelusuri baris demi baris huruf braille yang tersusun rapi. Tidak ada tatapan mata yang menyapu halaman, namun sentuhan jemarinya menjadi pengganti penglihatan.

Baca juga: Gagal Cek Rekening, Ratusan Penerima BPNT Datangi Dinsos Tulungagung

Bagi Riska, mengaji bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan batin. Setiap ayat yang ia baca menghadirkan ketenangan tersendiri. Ia mengaku harus lebih sabar dalam proses belajar, terutama saat pertama kali mengenal huruf hijaiyah braille.

“Awalnya sulit membedakan titik-titiknya. Tapi lama-lama saya terbiasa. Sekarang justru merasa lebih mudah memahami karena membacanya pelan-pelan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Sedangkan di kelas tahfidz, semangat serupa juga terpancar dari Denadine, siswa tunanetra yang tengah fokus menghafal Al-Qur’an. Tanpa melihat mushaf secara visual, Denadine mengandalkan kepekaan pendengaran dan ingatan yang terlatih.

Baca juga: Guru PPPK Paruh Waktu Tulungagung Menjadi Tersangka Perzinahan di Tuban

Menurut Denadine, tantangan terbesar bukan pada keterbatasan fisik, melainkan menjaga konsistensi hafalan. Ia mengaku harus rutin murajaah agar ayat-ayat yang telah dihafal tidak mudah lupa.

\

“Saya biasanya membaca dulu dengan braille, lalu mengulang-ulang sampai hafal. Kalau sudah hafal satu halaman, rasanya senang sekali,” tuturnya dengan nada optimistis.

Di balik ketekunan para siswa tersebut, ada peran guru yang sabar membimbing. Arif Efendi, pengajar di kelas tersebut, mengatakan bahwa metode pengajaran bagi siswa tunanetra membutuhkan pendekatan khusus.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Tambah Pasokan Gas LPG di Wilayah Kediri Raya

Ia menambahkan, kemampuan para siswa tunanetra dalam menghafal kerap kali justru lebih kuat karena mereka terbiasa mengandalkan memori. Proses belajar mungkin memerlukan waktu lebih panjang, tetapi hasilnya tidak kalah dengan siswa pada umumnya.

“Mereka belajar dengan sentuhan dan pendengaran. Jadi kami lebih banyak membimbing secara personal, memastikan setiap bacaan dan makhraj hurufnya tepat,” pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler