Pixel Code jatimnow.com

Tak Terserap Maksimal, Silpa Pemkab Tulungagung Tahun 2025 Capai Ratusan Miliar

Editor : Bramanta  
Penyerahan LKPJ Pemkab Tulungagung kepada DPRD setempat. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)
Penyerahan LKPJ Pemkab Tulungagung kepada DPRD setempat. (Foto: Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Tulungagung mencatat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) tahun anggaran 2025 mencapai Rp477 miliar. Paling banyak anggaran yang tidak dapat terserap berasal dari program kegiatan fisik. Permasalahan adminitrasi menjadi penyebab tidak terserapnya anggaran ini.

Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin menyampaikan pihaknya telah menyerahkan Laporan Keuangan Pertangung Jawaban (LKPJ) APBD 2025 dalam rapat paripurna beberapa waktu lalu. Adapun anggaran pendapatan pada tahun 2025 sebesar Rp2,8 triliun.

"Adapun Realisasi pendapatan anggaran tahun 2025 mencapai Rp3,04 triliun atau 105,98 persen," ujarnya, Senin (13/7/2026).

Sedangkan anggaran belanja tahun 2025 mencapai Rp3,2 triliun dengan realiasi belanja sebesar Rp2,9 triiun atau mencapai 90,47 persen.

Baharudin juga menyampaikan tentang anggaran penerima pembiayaan sebesar Rp336 Milliar dengan realisasi anggaran mencapai 100 persen.

Baca juga:
Hanya Dapat 2 Murid Baru, SDN di Tulungagung ini Kesulitan Cari Siswa

"Sedangkan untuk pengeluaran pembiayaan nol rupiah," terangnya.

Dalam penyampaian Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2025, tercatat Silpa sebesar Rp477 miliar. Silpa ini berasal dari kegiatan yang sudah dianggarkan tapi belum terealisasi pada tahun 2025.

"Karena kegiatan yang belum terealisasi pada tahun 2025. Nanti akan kami lakukan pada tahun 2026," jelasnya.

Baca juga:
Pelajar SMP di Tulungagung Tewas Usai Terlibat Kecelakaan Dengan Mobil

Menurut Ahmad Baharudin, kegiatan yang paling banyak tidak terealisasi pada tahun 2025 berasal dari proyek fisik. Dan memang setiap tahun pasti ada Silpa dalam realisasi APBD Tulungagung.

"Serapan di PUPR tidak maksimal karena kendala administrasi. Jadi harus hati-hati, agar tidak ceroboh seperti kemarin," pungkasnya.