Cegah Stunting, Komisi IX DPR RI Awasi Distribusi Makan Bergizi di Jatim

Senin, 16 Feb 2026 12:24 WIB
Reporter :
Ali Masduki
Komisi IX DPR RI memastikan pengawasan ketat Program Makan Bergizi Gratis di Mojokerto untuk menekan angka stunting dan mencetak Generasi Emas 2045. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah mulai mematangkan kesiapan daerah dalam menyambut Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi pilar utama pembangunan sumber daya manusia. Langkah ini terlihat saat tim dari Komisi IX DPR RI menemui warga di Balai Desa Plososari, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026).

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini bukan sekadar urusan bagi-bagi pangan, melainkan strategi besar untuk memutus rantai stunting yang masih membayangi kesehatan anak-anak di daerah.

Melalui Badan Gizi Nasional, pemerintah pusat menggandeng parlemen untuk memastikan asupan nutrisi sampai ke tangan yang tepat.

Baca juga: Indah Kurnia Kawal Program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo

Tenaga Ahli DPR RI, M. Sam’ani Kurniawan, yang hadir mewakili Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, M. Yahya Zaini, menyatakan bahwa pengawasan ketat menjadi harga mati.

Menurutnya, kegagalan dalam mengelola program gizi ini akan berdampak buruk pada masa depan bangsa.

Baca juga: Kawal Gizi Anak, Tenaga Ahli DPR Ajak Warga Mojokerto Awasi MBG

“Kami di Komisi IX punya tanggung jawab penuh untuk mengevaluasi dan mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kami ingin memastikan manfaatnya benar-benar terasa di meja makan masyarakat, bukan sekadar angka di atas kertas,” ujar Sam’ani di hadapan warga Plososari.

\

Ia menambahkan, Indonesia sedang berada dalam masa bonus demografi. Banyaknya penduduk usia produktif akan menjadi sia-sia jika fisik dan kecerdasan mereka terhambat akibat gizi buruk. Sam’ani melihat perbaikan gizi sebagai investasi jangka panjang menuju visi Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Arzeti Bilbina: Makan Bergizi Gratis Adalah Investasi Otak, Bukan Sekadar Kenyang

“Bonus demografi hanya jadi beban kalau kualitas manusianya rendah. Kuncinya ada pada apa yang dikonsumsi anak-anak kita hari ini. Perbaikan gizi adalah jalan keluar untuk menekan angka stunting secara drastis,” tambahnya.

Antusiasme warga terlihat sepanjang sosialisasi. Masyarakat berharap program ini tidak berhenti pada seremoni, tetapi berjalan konsisten dan menyasar keluarga yang paling membutuhkan bantuan gizi di pelosok desa.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Mojokerto

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler