jatimnow.com-Sambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577, Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung mulai berhias. Sejumlah lampu lampion dipasang untuk memeriahkan suasana Tahun Baru Imlek. Sejumlah ritual sebagai pembuka perayaan Tahun Baru Imlek telah digelar. Salah satunya adalah ritual ayak abu. Dalam ritual tersebut mereka membersihkan abu dupa dari setiap bokor yang berada di altar klenteng tersebut.
Bioma Klenteng Tjoe Tik Kiong Tulungagung. Tjio Jingjing mengatakan ritual ayak abu menjadi penanda dimulainya rangkaian persiapan Imlek.Prosesi ayak abu dilakukan setelah ritual sembahyang Sang Sin, yakni momen ketika para dewa diyakini naik ke nirwana beberapa hari sebelum Imlek. Tradisi bersih-bersih hanya boleh dilakukan sebelum Imlek. Setelah tahun baru tiba, aktivitas seperti menyapu atau membuang sampah justru dihindari karena dipercaya dapat membuang rezeki.
“Kalau menjelang Imlek kita memang tradisinya harus bersih-bersih. Jadi nanti kalau kita sudah Imlek, kita tidak boleh bersih-bersih. Kita menyapu pun juga enggak boleh. Sampah itu istilahnya ditaruh dulu, besoknya baru boleh dibuang,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Aktivitas Pondok Ramadan Siswa SLB B di Tulungagung, Mengaji Al-Quran Braille
Tak hanya menggelar ritual, pengurus klenteng juga mulai menghias dengan memasang sejumlah lampu lampion. Terdapat 250 lampion yang dipasang di sejumlah titik, mulai altar hingga halaman klenteng. Lampu lampion warna merah yang dipasang ini juga memiliki makna tersediri. Warna merah melambangkan rezeki dan kesuksesan, sementara cahaya yang memancar menjadi simbol pencerahan, harapan masa depan, serta doa agar hubungan keluarga tetap harmonis.
Baca juga: Gagal Cek Rekening, Ratusan Penerima BPNT Datangi Dinsos Tulungagung
“Lampion kita kiriman dari Jakarta. Bukan sumbangan langsung, tapi kelenteng menyediakan. Yang besar seharga 500 ribu, yang kecil 200 ribu. Tahun ini jumlahnya sama dengan tahun lalu,” tuturnya.
Setelah pemasangan lampion, pengurus akan menggelar ritual mengganti baju dewa. Prosesi penggantian baju dewa ini akan dilakukan pada 15 Februari mendatang. Baju para dewa yang mayoritas berwarna kuning akan diganti dengan warna merah.
Baca juga: Guru PPPK Paruh Waktu Tulungagung Menjadi Tersangka Perzinahan di Tuban
"Tanggal 15 kita akan melakukan ritual penggantian baju dewa untuk perayaan Imlek," pungkasnya.