Tak Kantongi SLHS, SPPG di Tulungagung Ini Juga Dekat Kandang Kambing

Rabu, 11 Feb 2026 07:59 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Foto: SPPG 004 Bungur yang mendistribusikan MBG ke SDN 3 Bungur. (Bramanta/jatimnow.com)

jatimnow.com-Badan Gizi Nasional (BGN) akan menutup sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bungur 004, Kecamatan Karangrejo, Tulungagung usai insiden dugaan keracunan massal siswa SDN 3 Bungur. Puluhan siswa dibawa ke Puskesmas setelah menunjukkan gejala keracunan usai menyantap menu MBG yang didistribusikan SPPG tersebut.

Korwil BGN Tulungagung, Sebrina Mahardika mengatakan SPPG ini baru beroperasi kurang dari dua bulan. Pihak pengelola SPPG belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Meski begitu mereka telah mengajukan melalui Onile Single Submision (OSS). Rencananya pihak Dinas Kesehatan kan melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) di SPPG tersebut.

Baca juga: Aktivitas Pondok Ramadan Siswa SLB B di Tulungagung, Mengaji Al-Quran Braille

"Recananya kami akan melakukan IKL. Tapi dengan adanya insiden ini, kami juga akan melakukan pengecekan sanitasi dan evaluasi manajemen ke SPPG Bungur 004," ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Berdasarkan hasil tinjauan sementara, terdapat beberapa temuan yang perlu dievaluasi oleh pihak SPPG. Mulai dari penyimpanan bahan baku hingga higene sanitasi. SPPG ini juga dekat dengan lokasi kandang kambing.

Baca juga: Gagal Cek Rekening, Ratusan Penerima BPNT Datangi Dinsos Tulungagung

"Seharusnya tidak diperkenankan. Karena salah satu syarat mendirikan dapur, tidak boleh dekat dengan area pencemaran. Seperti kandang dan tempat pembuangan sampah," paparnya.

\

Disisi lain, menu SPPG Bungur 004 yang membuat puluhan siswa SD itu juga dipertanyakan. Adapun isi menu MBG terdiri nasi putih, ayam suwir, tahu, oseng kacang dan kurma.

Baca juga: Guru PPPK Paruh Waktu Tulungagung Menjadi Tersangka Perzinahan di Tuban

Pihak BGN sendiri telah melarang sejumlah menu untuk di distribusikan oleh SPPG. Menu yang dilarang ini diantaranya ayam suwir, nasi goreng, nasi kuning, nasi uduk, soto, mi bihun, capcay dan sayur tauge.

"Ayam suwir ini sudah diwarning BGN, tidak disarankan untuk menjadi lauk MBG, menu tersebut jadi atensi BGN agar tidak digunakan karena resiko penurunan kualitas gizinya cepat," pungkasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Tulungagung

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler