OJK Jember Luncurkan Program EPIKS di Momen Harlah NU ke-100

Senin, 02 Feb 2026 10:59 WIB
Reporter :
Sugianto
Foto: Peluncuran program EPIKS di Alun-alun Jember (Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember meluncurkan program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di momen rangkaian Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) yang ke-100 di Alun-alun Jember.

Peresmian EPIKS ini merupakan wujud nyata sinergi antara regulator sektor keuangan, pemerintah daerah, dan organisasi kemasyarakatan keagamaan dalam memperkuat inklusi keuangan syariah, mendorong pemberdayaan ekonomi umat, serta memperluas akses layanan keuangan yang adil dan berkelanjutan.

Dalam peresmian tersebut turut hadir secara daring, Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar. Sedangkan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. M. Nuh dan Bupati Jember Muhammad Fawait hadir langsung, Minggu (1/2/2026).

Baca juga: SDN Pecoro 02 Jember Disegel Ahli Waris, Pemkab Pastikan Siswa Tetap Sekolah

Nasaruddin Umar dalam sambutannya menyampaikan, santri perlu mengedepankan amal sebagai fondasi utama. Karena amal yang dilakukan secara konsisten akan melahirkan produktivitas dan kebermanfaatan. Selama ini banyak santri muda yang telah mendapatkan kepercayaan untuk mengemban berbagai jabatan atau pekerjaan karena dinilai kuat, kokoh, tangguh dan terpercaya.

“Fungsi leader dan manajer sebagaimana keteladanan Nabi Muhammad SAW perlu diimplementasikan dalam konteks kekinian, khususnya melalui penerapan fungsi manajemen yang professional dan berlandaskan nilai-nilai keislaman, sehingga santri diharapkan mampu berperan aktif dalam pengelolaan ekonomi, baik pada level mikro maupun makro," ujarnya.

Sementara, M. Nuh menjelaskan, dalam perspektif ekonomi, zakat dan wakaf memiliki karakter yang berbeda namun saling melengkapi. Zakat berfungsi sebagai instrumen distribusi yang dimanfaatkan secara langsung untuk memenuhi kebutuhan operasional rutin untuk menjalankan aktivitas bisnis sehari-hari atau OPEX (Operational Expenditure), sementara wakaf merupakan instrumen jangka panjang yang pokok manfaatnya dijaga.

Baca juga: Kejahatan Online Meningkat, Indosat Hadirkan IM3 SATSPAM+

"Pada wakaf, aset tidak untuk dihabiskan, melainkan dikelola secara produktif sehingga hasil pengelolaan atau manfaat turunannya dapat digunakan secara berkelanjutan bagi kemaslahatan umat," urainya.

\

Sedangkan, Bupati Jember, Muhammad Fawait mengapresiasi kolaborasi sektor keuangan dengan pondok pesantren merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi umat. Kabupaten Jember memiliki ribuan pesantren yang tidak hanya sebagai pusat Pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berbasis nilai-nilai Syariah dan kearifan lokal.

Peresmian EPIKS yang bertepatan dengan Harlah NU ke-100 ini menjadi momentum penting dalam pembangunan ekonomi umat, sekaligus memperkuat sinergi antara OJK, BI, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan sistem keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan.

Baca juga: Pemkab Jember Fasilitasi Warga Bertemu BPN, Bahas Solusi Banjir

Selain peluncuran program EPIKS, kegiatan ini juga diikuti beberapa program lain, diantaranya pembukaan Pasar Keuangan Syariah yang melibatkan 42 booth yang terdiri dari sektor keuangan, LJK Syariah beserta UMKM binaan dan UMKM binaan NU dan Pemerintah Kabupaten Jember. Selain itu, pengajian akbar yang melibatkan sekitar 15 ribu santri se-Kabupaten Jember, Simbolis pemberian implementasi kartu santri dan cash management system.

Bahkan juga pembiayaan Syariah kepada UMKM, program wakaf uang Pendidikan pesantren dan madrasah Workshop kemandirian ekonomi kepada 300 pengurus pesantren di Kabupaten Jember.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Jember

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler