jatimnow.com – Ratusan pesepeda di Surabaya menggelar kegiatan bernama Ride for Aceh Sumatera dengan tujuan berdoa bersama bagi korban bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh Tamiang serta sejumlah daerah di Sumatera.
Kegiatan yang diadakan pada hari Sabtu ini diikuti oleh 150 peserta dari berbagai komunitas sepeda.
Para peserta melakukan perjalanan bersepeda melintasi kawasan Kota Tua Surabaya hingga Komando Armada (Koarmada) 2.
Selain berolahraga, mereka juga menggalang donasi melalui penjualan jersey khusus kegiatan ini.
Baca juga: Dihantui Banjir, Warga Perumahan Villa Indah Tegal Besar Ngadu ke DPRD Jember
Total dana yang terkumpul mencapai Rp 50 juta, dengan kontributor tidak hanya berasal dari Surabaya, melainkan juga berbagai daerah di Jawa Timur, Jakarta, dan Bandung.
"Alhamdulillah, para pesepeda sangat antusias dan peduli. Mereka tidak hanya mengayuh dengan kaki, tetapi juga mengayuh dengan hati," ujar Koordinator Ride for Aceh Sumatera, Wirawan Dwi.
Menurut data yang dikutip dari BNPB oleh Wirawan, hingga pertengahan Januari 2026, Aceh Tamiang mengalami banjir bandang yang menyebabkan ribuan warga terdampak, rumah terendam air, dan akses transportasi terganggu.
Baca juga: Korpri Lamongan Salurkan 5 Ton Beras Untuk Warga Terdampak Banjir
Di wilayah Sumatera lainnya, hujan deras yang berlangsung cukup lama memicu tanah longsor di beberapa kabupaten, memaksa ratusan warga untuk dievakuasi dan merusak sejumlah infrastruktur publik.
"Bersepeda bukan hanya olahraga, tapi cara kami untuk menumbuhkan kepedulian sosial. Kegiatan ini sekaligus mengingatkan kita semua agar terus berbagi dan mendoakan saudara-saudara yang terdampak bencana," tambahnya.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Komunitas Sepeda GXID Gerbangkertosusila, yang sebelumnya juga pernah menyelenggarakan Ride for Palestine dengan melakukan perjalanan sejauh 1.000 KM dari Surabaya ke Jakarta dan berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 123 juta untuk kegiatan kemanusiaan.
Selain itu, komunitas ini juga rutin melakukan kegiatan bakti sosial ke panti jompo di Surabaya.
"Kami berterima kasih kepada semua peserta yang tetap berempati terhadap kondisi korban bencana. Dengan memilih sepeda sebagai sarana, mereka tidak hanya menjaga kesehatan diri, tetapi juga menjadi penggerak kebaikan di masyarakat. Kami menyebutnya dengan kolaborasi ke-bike-an," jelas Wirawan.
Seluruh dana yang terkumpul akan dititipkan melalui LAZNAS Lembaga Manajemen Infaq (LMI) untuk dipastikan dapat tersalurkan secara tepat kepada korban bencana.
Baca juga: Siaga Banjir, Gubernur Khofifah Kunjungi Warga Terdampak di Lamongan
Para peserta berharap kegiatan ini dapat menginspirasi lebih banyak komunitas dan masyarakat umum untuk peduli terhadap kondisi korban bencana serta membuktikan bahwa aktivitas bersepeda bisa menjadi alat untuk menyebarkan kebaikan.