Harga Cabai di Kediri Anjlok, Petani Hanya Impas hingga Terancam Rugi

Rabu, 14 Jan 2026 18:30 WIB
Reporter :
jatimnow.com
Cabai di Pasar Kediri.

jatimnow.com – Harga cabai merah di Kabupaten Kediri mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat petani cabai berada di titik impas atau Break Even Point (BEP), bahkan sebagian di antaranya terancam merugi.

Ketua Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri, Suyono, menyebut saat ini hampir seluruh jenis cabai dijual di bawah harga normal. Meski sempat terjadi kenaikan tipis pada beberapa komoditas, kondisi tersebut tidak berlangsung lama.

“Hari ini harga cabai rawit merah (CRM) dan cabai merah keriting (CMK) sempat naik sedikit meskipun pasokan bertambah. Sementara harga cabai merah besar (CMB) masih stagnan meski pasokannya justru berkurang,” ujar Suyono, Rabu (14/1/2026).

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Induk Porong Sidoarjo Berangsur Turun, Hanya Rp50 Ribu/Kg

Ia menjelaskan, berkurangnya pasokan cabai merah besar hanya terjadi sementara. Penurunan harga cabai secara umum saat ini lebih dipicu oleh panen raya di sejumlah daerah, termasuk Kediri dan Banyuwangi, yang menyebabkan kelebihan pasokan di pasar.

“Pasokan memang sempat berkurang kemarin, tapi sekarang harga cabai benar-benar jatuh. Kediri dan Banyuwangi sedang panen raya sehingga terjadi kelebihan pasokan,” jelasnya.

Suyono menegaskan, kondisi tersebut membuat harga cabai berada di bawah biaya produksi. Akibatnya, petani tidak lagi memperoleh keuntungan dari hasil panen mereka.

“Harga semua jenis cabai sudah di bawah harga normal. Artinya sudah di titik BEP, sehingga petani praktis tidak mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.

Baca juga: Harga Cabai Petani Banyuwangi Merosot, DPW Tani Merdeka Jatim Duga Karena Impor

Ia juga menambahkan, harga cabai rawit merah di Kediri diperkirakan masih berpotensi turun. Pasalnya, wilayah dataran tinggi mulai memasuki masa panen, bahkan panen raya diprediksi terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan.

\

“Harga CRM cenderung terus turun karena daerah dataran tinggi mulai panen. Panen raya diperkirakan terjadi pertengahan Ramadhan,” katanya.

Sebelumnya, harga cabai merah besar sempat menyentuh Rp45.000 per kilogram pada awal Desember. Namun harga mulai turun pada akhir Desember dan semakin anjlok sejak awal Januari. Padahal, BEP cabai merah besar berada di kisaran Rp17.600 per kilogram.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menilai penurunan harga cabai tidak semata-mata disebabkan oleh produksi berlebih. Menurutnya, turunnya permintaan pasca libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) juga menjadi faktor utama.

Baca juga: Harga Beras Turun di Tulungagung, Daging Ayam Potong Naik Jelang Ramadan

“Kalau kami amati di Pasar Induk, aktivitas memang tidak seramai saat Nataru. Permintaan masyarakat mengalami sedikit penurunan. Saat saya monitoring, harga sudah mulai turun karena pasokan dari beberapa daerah juga cukup banyak,” jelas Tutik.

Ia pun mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar lebih bijak dalam berbelanja serta mengutamakan penggunaan produk lokal.

“Kami mengajak pelaku usaha dan masyarakat untuk membeli produk dalam negeri, termasuk cabai lokal. Untuk para petani, tetap semangat dalam kondisi apa pun karena peran petani sangat penting sebagai garda terdepan ketahanan pangan,” tandasnya.

Ikuti perkembangan berita terkini Jawa Timur dan sekitarya di Aplikasi jatimnow.com!
Berita Kediri

Berita Terbaru
Tretan JatimNow

Terpopuler