jatimnow.com - Tradisi arak-arakan untuk yang anak khitan (sunat) atau disebut Manten Sunat sudah susah dijumpai di kota metropolitan seperti di Surabaya. Tapi di kampung Tanjungsari, Sukomanunggal masih bisa dijumpai warga yang melestarikannya.
Anak yang dikhitan, dinaikkan seekor kuda dengan Kembang Mayang yang dipucuk lidi bertempel uang 2 ribu hingga 5 ribu rupiah. Arak-arakan keliling kampung itu juga ada iringan hadrah dan lantunan Sholawat Nabi.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: BMKG Laporkan Suhu Capai 38 Derajat Celsius
Reporter: Jajeli Rois
Editor: Faris Ardhan
Baca juga: Kasus Bullying Anak Down Syndrome di Surabaya, Satu Saksi Akan Diperiksa Lagi