Pixel Code jatimnow.com

BPA Brokers Dorong Perusahaan Jadikan Dana Pensiun Magnet Talenta

Editor : Yanuar D   Reporter : Ali Masduki
Dari kiri, Direktur BPA Brokers, Dede Hikmat Adhari, Komisaris BPA Brokers, Kiswati Soeryoko dan President Director BPA Brokers, M.K. Rangganata. (Foto/jatimnow.com)
Dari kiri, Direktur BPA Brokers, Dede Hikmat Adhari, Komisaris BPA Brokers, Kiswati Soeryoko dan President Director BPA Brokers, M.K. Rangganata. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - PT Barron Insurance Brokers (BPA Brokers) turun tangan membantu korporasi merancang program dana pensiun karyawan yang sehat dan berjangka panjang, di tengah sengitnya perebutan talenta kerja berkualitas.

Langkah pendampingan terukur ini disiapkan bagi para pemilik modal yang kerap ragu membentuk dana pensiun akibat bayang-bayang beban kas dan rumitnya regulasi.

President Director BPA Brokers, M.K. Rangganata menyebut, program hari tua semestinya diposisikan sebagai investasi reputasi sekaligus pembuktian bahwa manajemen menghargai keringat pekerjanya.

Ia mengakui fluktuasi ekonomi kerap mengocok Rasio Kecukupan Dana (RKD), terutama pada skema manfaat pasti yang sewaktu-waktu memicu setoran iuran tambahan dari kas kantor.

"Keraguan biasanya muncul karena manajemen belum melihat peta opsi secara utuh. Tugas kami menyodorkan perspektif objektif, sebab tidak ada satu formula tunggal untuk mengurus dana hari tua," ujar Rangganata, Selasa (20/10).

Mengurai kerumitan operasional, Direktur BPA Brokers Dede Hikmat Adhari membeberkan empat pilar solusi yang mereka jalankan.

Layanan mencakup audit keberlanjutan bagi pemegang Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), panduan migrasi ke Program Pensiun Iuran Pasti (PPIP), seleksi Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) plus anuitas, hingga asistensi teknis bersama aktuaris dan regulator.

Baca juga:
Iwan Sunito Ungkap Alasan Sydney Tetap Jadi Magnet Investasi Global

"Kami terjun langsung mengawal dari awal sampai tuntas. Fleksibilitas arus kas korporasi tetap aman tanpa mengorbankan hak karyawan," tutur Dede.

Keahlian pialang asuransi berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 2014 ini teruji di berbagai entitas besar, mulai dari perbankan swasta nasional, BPD, LSM internasional, hingga raksasa distributor alat berat.

Urgensi penataan dana hari tua kini meluas keluar Jakarta, menyentuh kantong industri di Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan berbagai sentra komoditas nasional.

Data OJK per Juli 2025 memperlihatkan aset dana pensiun nasional masih menumpuk di DKI Jakarta senilai Rp326,94 triliun atau sekitar 83 persen, sementara Jawa Timur baru mencatatkan Rp4,52 triliun dan Kalimantan Timur Rp2,27 triliun.

Baca juga:
Hadapi Inflasi Jatim, UOB Tawarkan Strategi Investasi Personal

Kesenjangan angka tersebut justru memperlihatkan potensi besar daerah untuk mulai membenahi skema kesejahteraan tenaga kerja lokal.

Dede menegaskan, kebutuhan proteksi masa depan buruh dan staf berlaku merata di setiap sudut industri tanah air.

"Di mana pun roda bisnis berputar, skema pensiun tertata selalu dibutuhkan, dan kami siap masuk menyesuaikan skala tiap entitas," pungkas Dede.