jatimnow.com - Kondisi kesehatan anak pelaku bom bunuh diri yang diselamatkan AKBP Roni Faisal Saiful Faton dari lokasi ledakan bom bunuh diri di pintu gerbang Mapolrestabes Surabaya, sudah membaik. Tinggal pola pikirnya tentang agama yang perlu diubah menjadi benar.
Anak bomber yang selamat itu pun dirawat di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim, Jalan A Yani.
"Dari segi medis sudah sehat," kata Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin kepada wartawan usai salat taraweh di Masjid Arif Nurul Huda, Jalan A Yani, Surabaya, Jumat (25/5/2018).
Baca juga: Jatim Proyeksikan Produksi Jagung 5,4 Juta Ton di 2026
Penanganan terhadap anak bomber yang menjadi yatim piatu karena ditinggal mati ibu dan bapaknya itu ditangani oleh tim terpadu.
"Tinggal psikologi daripada anak itu. Tinggal traumatiknya lah. Berikutnya terkait pemahaman ajaran agama yang selama ini dia peroleh," ujarnya.
Pemahaman anak itu terhadap agama dinilai sudah melenceng. Apalagi di laptop milik keluargan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya yang diamankan polisi, ditemukan ajaran-ajaran yang dinilai menyimpang.
Baca juga: Selamatkan Uang Negara Rp 110 M, Kinerja Polda Jatim Tuai Pujian Senayan
"Mudah-mudahan tim di PPT ini ada ahli agama yang bisa mengubah mindset anak itu dan berpikirnya bisa menjadi benar," terangnya.
Kapolda mengatakan, semua ahli akan bergabung di PPT untuk menangani anak pelaku bom bunuh diri ini.
"Semuanya yang terkait akan kita ajak untuk bisa memikirkan. Ada dari KPAI, dari tokoh agama, psikolog, semuanya dilibatnya," jelasnya.
Baca juga: Kapolda Jawa Timur Gelar Kunjungan Kerja ke Tulungagung
Reporter: Jajeli Rois
Editor: Arif Ardianto