jatimnow.com - Kerusuhan yang terjadi di luar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya menjelang laga Persebaya vs Arema FC mengakibatkan jatuh korban. Petugas polisi luka akibat lemparan batu, Minggu (6/5/2018).
Berdasar data yang berhasil dihimpun jatimnow.com, tercatat dua anggota polisi mengalami luka akibat lemparan batu suporter Persebaya yang tidak mengantongi tiket tapi memaksa masuk GBT.
Bripda Agil mengalami luka sobek pada mulut, sedangkan Bripda Dwiki mengalami retak tulang tangan.
Baca juga: Resmi! Surabaya Jadi Gerbang Timnas Mini Football ke Piala Dunia 2026
"Begitu lihat batu melayang, spontan saya menangkis. Akibatnya retak," ujar Bripka Dwiki kepada jatimnow.com.
Baca juga: Bonek Berdzikir: Doakan Kejayaan Persebaya Surabaya dan Kedamaian Negeri
Sementara itu, luka sedikit serius dialami Bripda Agil yang terkena lemparan batu pada mulutnya.
"Ukuran batunya sekitar 10x15 cm. Mulutnya sobek dan langsung dibawa ambulans," imbuhnya.
Baca juga: Persebaya Surabaya Akhirnya Menang, Bonek Puji Penampilan Tumbas di Posisi Barunya
Beruntung, kerusuhan akibat ulah suporter atau bonek tak bertiket tersebut tidak lama. Polisi memutuskan untuk menuruti keinginan para bonek masuk stadion. Ketegangan mereda.
Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto