jatimnow.com - Kerusuhan yang terjadi di luar Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya menjelang laga Persebaya vs Arema FC mengakibatkan jatuh korban. Petugas polisi luka akibat lemparan batu, Minggu (6/5/2018).
Berdasar data yang berhasil dihimpun jatimnow.com, tercatat dua anggota polisi mengalami luka akibat lemparan batu suporter Persebaya yang tidak mengantongi tiket tapi memaksa masuk GBT.
Bripda Agil mengalami luka sobek pada mulut, sedangkan Bripda Dwiki mengalami retak tulang tangan.
Baca juga: Eri Tegaskan Pemkot dan Warga Surabaya Siap Dukung Persebaya Arungi Kompetisi Musim 2026/2027
"Begitu lihat batu melayang, spontan saya menangkis. Akibatnya retak," ujar Bripka Dwiki kepada jatimnow.com.
Baca juga: Bonek Green Army Gelar Tasyakuran, Doakan Persebaya Juara Liga 1
Sementara itu, luka sedikit serius dialami Bripda Agil yang terkena lemparan batu pada mulutnya.
"Ukuran batunya sekitar 10x15 cm. Mulutnya sobek dan langsung dibawa ambulans," imbuhnya.
Baca juga: Tiga Warga Sidotopo Jadi Korban Dugaan Perampasan dan Penganiayaan Saat HUT Persebaya
Beruntung, kerusuhan akibat ulah suporter atau bonek tak bertiket tersebut tidak lama. Polisi memutuskan untuk menuruti keinginan para bonek masuk stadion. Ketegangan mereda.
Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto