Pixel Code jatimnow.com

Polisi Serahkan Fragmen Tulang Korban Pembunuhan Madiun, Ini Permintaan Keluarga

Editor : Yanuar D   Reporter : Sujianto
Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr Wahono Edhi usai penyerahan fragmen tulang korban pembunuhan di Madiun kepada keluarga. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)
Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr Wahono Edhi usai penyerahan fragmen tulang korban pembunuhan di Madiun kepada keluarga. (Foto: Sujianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Proses identifikasi fragmen tulang korban pembunuhan di Kota Madiun akhirnya menemui kepastian. Hasil pemeriksaan DNA memastikan serpihan tulang yang ditemukan merupakan bagian tubuh korban setelah dicocokkan dengan sampel darah ibu kandungnya.

Setelah identitasnya dipastikan, fragmen tulang tersebut diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke Bogor dan dimakamkan pada Rabu (4/11/2026).

Kabid Dokkes Polda Jatim Kombes Pol dr Wahono Edhi mengatakan, pemeriksaan dilakukan melalui metode pencocokan DNA antara fragmen tulang dan sampel pembanding yang diambil dari ibu kandung korban.

Hasil pemeriksaan tersebut telah keluar pada 30 Oktober 2026. Berdasarkan analisis, profil DNA pada fragmen tulang dinyatakan identik dengan sampel pembanding milik ibu korban.

“Yang kita ambil sebagai pembanding adalah DNA ibu korban. Hasilnya sudah jadi tanggal 30. Tulang dengan pembanding dari darah ibu yang kita ambil itu identik. Jadi bisa dipastikan fragmen tulang tersebut milik almarhum korban,” ujar Wahono.

Ia menjelaskan, terdapat 15 fragmen tulang yang diperiksa. Namun, ukurannya yang relatif kecil membuat tim forensik kesulitan mengidentifikasi seluruh bagian berdasarkan karakteristik anatominya.

Meski demikian, salah satu fragmen diketahui memiliki karakteristik yang mengarah pada bagian tulang panggul. Sementara fragmen lainnya sulit dipastikan berasal dari bagian tubuh mana karena kondisinya sudah berupa potongan kecil.

Wahono juga mengungkapkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan fragmen tulang tersebut berasal dari dua individu berbeda. Artinya, material tulang yang ditemukan merupakan bagian tubuh dari dua orang.

Sementara itu, kuasa hukum keluarga korban, Ikbal Sermaf SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan perkara hingga proses identifikasi korban tuntas.

Secara khusus, ia menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan dukungan dan fasilitasi selama proses penanganan kasus tersebut.

Menurut Ikbal, kepastian identitas melalui pemeriksaan forensik menjadi hal penting bagi keluarga untuk memperoleh kejelasan atas kasus pembunuhan yang terjadi di Kota Madiun.

Baca juga:
Pengakuan Istri Pelaku Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Madiun

Usai menerima penyerahan fragmen tulang, pihak keluarga membawanya ke Bogor untuk dimakamkan. Ikbal mengatakan, dirinya turut mengawal langsung proses pemulangan hingga pemakaman tersebut.

Terkait proses hukum, Ikbal menegaskan bahwa keluarga menginginkan pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Keluarga tetap mengikuti proses hukum. Tuntutan keluarga adalah pelaku dihukum seberat-beratnya atau maksimal,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga korban tidak memiliki keinginan untuk memaafkan pelaku atas perbuatan yang telah dilakukan.

Menurutnya, tindakan pelaku bukan merupakan kejahatan biasa karena telah menimbulkan penderitaan mendalam bagi keluarga korban.

Baca juga:
Pembunuhan Ibu dan Anak, Lansia Tenggelam dan Parade Surabaya Juang 2026

“Kalau dari keluarga sendiri, keluarga tidak akan memberikan satu kata maaf pun terhadap pelaku. Perbuatan yang dilakukan ini bukan perbuatan biasa, tetapi luar biasa. Tidak ada pintu maaf bagi pelaku,” ungkap Ikbal.

Mengenai kemungkinan tuntutan restitusi atau ganti kerugian bagi keluarga korban, Ikbal menyatakan masih akan mempelajari aspek hukumnya. Ia belum ingin mengambil keputusan karena proses hukum perkara tersebut masih berjalan.

Pihak keluarga, lanjutnya, mempercayakan kepada penyidik untuk terus mengembangkan dan mendalami perkara, termasuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa pembunuhan yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Ikbal memastikan pihaknya akan terus mengawal proses hukum agar keluarga korban mendapatkan kepastian dan keadilan.