Pixel Code jatimnow.com

Inovasi Desa Nol Sampah di Jember Antar Mahasiswa UNEJ Raih Mandaya Award

Editor : Yanuar D   Reporter : Ali Masduki
Mahasiswa Faperta UNEJ raih Mandaya Award 2026 lewat program desa nol sampah dan pupuk organik di Desa Suci, Jember. (Foto/jatimnow.com)
Mahasiswa Faperta UNEJ raih Mandaya Award 2026 lewat program desa nol sampah dan pupuk organik di Desa Suci, Jember. (Foto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tim Sobat Bumi Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta UNEJ) menyabet penghargaan nasional Mandaya Award Innovileague 2026 kategori Inovasi Terbaik dari Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Penghargaan bergengsi itu diraih berkat keberhasilan mereka menggerakkan program desa nol sampah (zero waste village) dan pertanian berkelanjutan di Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menegaskan, apresiasi tertinggi justru layak diberikan kepada program yang memberi bukti nyata bagi warga sekitar.

"Pemberdayaan bukan soal seberapa besar lembaganya atau seberapa mahal anggarannya, melainkan siapa yang dampak nyatanya paling dirasakan rakyat," tutur Muhaimin saat penyerahan trofi.

Tim Sobat Bumi Faperta UNEJ digawangi Alvin Dwi Tahta Nusa (Penyuluhan Pertanian), Zabian Faris Eka Putra (Agronomi), serta Ilham Hanif Firdausyah (Agribisnis).

Alvin menuturkan, ide program lahir dari ikhtiar memperkuat ketahanan warga menghadapi ancaman krisis iklim, terlebih Desa Suci sempat luluh lantak diterjang banjir bandang pada era 2000-an.

"Kami merangkum kegiatan konversi SKS dan KKN menjadi gerakan penguatan resiliensi warga pascabencana lewat Program Kampung Iklim (Proklim)," beber Alvin.

Gerakan akar rumput yang dirintis Pemerintah Desa Suci sejak 2025 bersama Bank Sampah Larahan Makmur (BSLM) dan Kelompok Tani (Poktan) Tani Harapan kian kokoh setelah UNEJ mendampingi lewat Program Desa Binaan (PDB) Kemdiktisaintek hingga 2027.

Dosen pembimbing lapangan sekaligus Ketua Tim PDB Kemdiktisaintek UNEJ, Ihsannudin, menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi sirkular sengaja dipilih agar pemulihan lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan taraf hidup warga.

Baca juga:
Desa Suci Jember Jadi Role Model Proklim

Dampaknya langsung terasa di lapangan, mulai dari pengelolaan sampah rumahan hingga efisiensi ongkos garap sawah.

Ketua BSLM Siti Herawati memaparkan, warga kini terampil mendaur ulang sampah popok menjadi pot tanaman, menyulap bungkus plastik kemasan menjadi lembaran mulsa pertanian, hingga mengolah sampah botol HDPE menjadi papan furnitur.

"Kami juga mendirikan monumen edukasi sampah 3R dan membuka stan isi ulang sabun cair untuk memangkas timbulan botol plastik baru di rumah tangga," ungkap Herawati.

Sektor pertanian pun ketiban untung berkat olahan kompos metode Bata Bolong, pupuk organik cair (POC), dan bakteri pemacu pertumbuhan tanaman (PGPR).

Baca juga:
Petani Muda Langka? Mahasiswa UNEJ Tawarkan Agroinovasi

Sekretaris Poktan Tani Harapan Subari mengakui, formula pupuk mandiri ini ampuh memangkas ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sintetis secara drastis.

"Untuk lahan setengah hektare, biasanya habis 1,2 ton urea, kini tinggal 8 kuintal saja. Hasil panen gabah justru melesat dari 2,5 ton menjadi 3,5 ton," terang Subari gembira.

Sekretaris Bidang Pengabdian LP2M UNEJ Ali Badrudin memastikan kampus akan terus melipatgandakan pendampingan lapangan selama masyarakat binaan tetap antusias menyambut perubahan.

"Kami akan membedah capaian Desa Suci sebagai materi percontohan dalam agenda Temu Desa Binaan awal November nanti," tandas Ali.