jatimnow.com - Ancaman krisis air bersih mulai membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Ponorogo di musim kemarau tahun ini. BPBD Ponorogo telah memetakan 13 desa yang tersebar di enam kecamatan sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Pemetaan tersebut mengacu pada wilayah yang mengalami kekeringan pada 2024. Dari 13 desa tersebut, wilayahnya meliputi Kecamatan Pulung, yakni Desa Sidoharjo dan Karangpatihan.
Kemudian Kecamatan Slahung meliputi Desa Wates, Duri, Tugurejo dan Slahung.
Di Kecamatan Bungkal terdapat Desa Belang dan Munggu. Sementara di Kecamatan Sawoo meliputi Desa Pangkal, Prayungan dan Tumpuk.
Selanjutnya Desa Gelangkulon di Kecamatan Sampung dan Desa Sidoharjo di Kecamatan Jambon.
Baca juga:
Warga Dungus Ponorogo Senang Dapat Guyuran Air Bersih dari Gubernur Khofifah
Plt Bupati Lisdyarita mengatakan Pemkab Ponorogo terus melakukan penanganan terhadap wilayah yang mengalami kekurangan air bersih selama musim kemarau.
Salah satunya dengan mendistribusikan air bersih melalui BPBD Ponorogo, termasuk ke desa-desa yang telah mengajukan permintaan seperti Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon; Desa Munggu, Kecamatan Bungkal; Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung; Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung; serta Desa Caluk, Kecamatan Slahung.
Baca juga:
Kekeringan Melanda Malang, PTPN I Kirim 3.000 Liter Air per Hari
“Kami telah melakukan dropping air bersih oleh BPBD di wilayah yang terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih,” kata Lisdyarita.
Khusus Desa Caluk, BPBD Ponorogo masih melakukan asesmen untuk memastikan permintaan sesuai kondisi dan kebutuhan warga di lapangan.
URL : https://jatimnow.com/baca-87666-13-desa-di-ponorogo-terancam-kekeringan