jatimnow.com - Sekitar 500 pencari kerja mengikuti tahapan interview dalam Mini Job Fair Surabaya Siap Kerjo. Kesempatan tersebut disambut bahagia oleh peserta yang sebelumnya kesulitan mendapat panggilan wawancara saat mencari pekerjaan secara mandiri.
Salah satu peserta, Muhammad Safi'i, mengaku senang dapat mengikuti proses rekrutmen secara langsung melalui job fair. Menurutnya, kesempatan mendapat panggilan interview tidak selalu mudah diperoleh.
"Ini pertama kali saya mencoba di acara ini. Rame dan dapat pengalaman yang banyak. Saya sangat senang karena dapat dipanggil interview lewat acara ini," kata Safi.
Ia mengatakan, sebelumnya proses pencarian kerja yang dijalaninya kerap berhenti sebelum mencapai tahap wawancara.
"Selama ini sangat susah sekali untuk mencari (pekerjaan), kadang belum sampai sesi interview," ujarnya.
Peserta lainnya, Reza Falevi, juga mengaku senang karena mendapat kesempatan melanjutkan proses rekrutmen.
"Saya merasa happy karena sudah mendapat panggilan interview," ungkap Reza.
Baca juga:
2.000 Pencari Kerja Serbu Mini Job Fair Surabaya, 500 Orang Lanjut Interview
Humas Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Wahyu Satriawan, mengatakan kegiatan itu diikuti sekitar 2.000 masyarakat dan melibatkan 10 perusahaan.
Wahyu menjelaskan, hari pertama digunakan untuk verifikasi berkas, sedangkan hari kedua diperuntukkan bagi peserta yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti interview.
Wahyu menilai job fair menjadi salah satu sarana bagi pencari kerja untuk bertemu langsung dengan perusahaan. Selain melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat mengakses informasi lowongan kerja melalui aplikasi Arek Suroboyo Siap Kerjo (ASSIK), yang diperbarui setiap minggu.
Baca juga:
Aset Rp124 Miliar Kembali ke Pemkot Surabaya, Siap Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga
Wahyu menyampaikan bahwa Disperinaker dan Pemkot Surabaya ini, berperan sebagai penghubung antara perusahaan dan masyarakat pencari kerja. Pemerintah juga memverifikasi lowongan yang tersedia untuk mencegah masyarakat menerima informasi pekerjaan yang berpotensi merugikan.
"Disperinaker dan Pemkot ini hanya menjembatani antara perusahaan dan masyarakat yang mencari kerja serta memverifikasi untuk menghindari lowongan kerja yang bisa merugikan masyarakat," pungkasnya.
Reporter: Nur Ifansyah