jatimnow.com - Manajemen Arema FC seolah memberikan jawaban instan dan telak atas analisis kubu rival, Persik Kediri, menjelang Derbi Jawa Timur, dalam lanjutan Super League 2026/2027, Jumat (18/6/2029) di Stadion Kanjuruhan. Singo Edan baru saja meresmikan penyerang asing baru bernomor 9 murni, Oluwasegun Samuel Otusanya, seolah mengirim pesan kuat agar tim lawan tidak salah dalam memetakan kekuatan mereka.
Pelatih Persik Kediri Marcos Reina sebelumnya menilai Arema FC mengalami perubahan karakter permainan dibanding musim lalu.
Menurut Marcos, Singo Edan masih memiliki sejumlah pemain yang sama dari musim lalu. Namun, pola serangan mereka kini lebih dinamis karena tidak lagi mengandalkan penyerang tengah murni seperti Dalberto dan Joel Vinicius.
“Saat ini mereka tidak bermain memakai murni nomor 9, berbeda seperti musim lalu waktu masih ada Dalberto atau Joel Vinicius. Mereka memiliki pemain yang lebih menyerang, midfielder, winger, pemain yang dinamik seperti Careca, Gustavo Franca, dan winger,” kata Marcos.
Analisis tersebut disampaikan ketika Persik mulai memetakan kekuatan Arema FC sebagai persiapan menghadapi Derby Jawa Timur.
Namun, sehari setelahnya, Arema FC justru memperkenalkan amunisi baru di posisi yang disebut Marcos sudah tidak lagi menjadi andalan Singo Edan.
Oluwasegun Samuel Otusanya didatangkan sebagai penyerang asing terakhir Arema FC untuk mengarungi Super League 2026/2027. Pemain asal Nigeria berusia 22 tahun itu sekaligus melengkapi kuota pemain asing Singo Edan menjadi 11 pemain.
Otusanya memiliki postur 186 sentimeter dan sebelumnya memperkuat sejumlah klub di Brasil dan Norwegia, yakni Criciúma EC, Athletic Club, serta FK Haugesund II.
Arema FC mendatangkannya setelah berpisah dengan Joel Vinicius. Kehadirannya juga menjadi tambahan opsi di lini depan menyusul cedera yang dialami Gustavo Henrique.
Bukan sekadar penyerang tambahan, Otusanya memang diproyeksikan untuk menjalankan peran sebagai nomor 9.
Baca juga:
Sukses Curi Poin Dari Kandang Arema FC, Ini Kata Pelatih Persik Kediri
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menyebut karakter Otusanya sesuai dengan kebutuhan tim. Penyerang Nigeria tersebut dinilai memiliki kemampuan duel udara, kecepatan dan pergerakan aktif untuk membuka ruang.
“Kami melihat dia memiliki karakter penyerang yang sesuai dengan kebutuhan tim. Dia piawai menjalankan tugas sebagai pemain nomor 9, kuat duel udara, cepat dan rajin membuka ruang,” kata Yusrinal, dalam sesi pengenalan pemain.
Dengan karakter tersebut, Arema kini memiliki opsi berbeda di lini depan. Jika sebelumnya Marcos membaca Singo Edan lebih mengandalkan pemain-pemain dengan pergerakan dinamis seperti midfielder dan winger, kehadiran Otusanya membuka kemungkinan perubahan dalam skema serangan mereka.
Terlebih, Otusanya tidak hanya datang untuk melengkapi daftar pemain. Striker 186 sentimeter itu langsung mengikuti latihan bersama skuad Arema FC setelah diperkenalkan.
Di sisi lain, Marcos sebenarnya sudah menyadari bahwa peta kekuatan Arema perlu dianalisis lebih dalam. Selain ditangani pelatih yang sama, sejumlah pemain yang menjadi bagian dari skuad musim lalu juga masih bertahan.
Baca juga:
Ribuan Personel Gabungan Disiapkan Amankan Laga Derby Jatim Arema FC vs Persik
Beberapa nama yang disebut Marcos antara lain Betinho, Blade, Diego Landis dan Julian Guevara. Arema juga memiliki bek baru Walisson Maia.
“Banyak pemain yang sama tahun lalu. Jadi beberapa hal yang kita tahu, beberapa hal yang berbeda,” katanya.
Marcos mengatakan tim pelatih Persik akan melakukan analisis lebih mendalam melalui rekaman pertandingan. Dari proses tersebut, Persik akan menyusun game plan untuk menghadapi permainan Arema.
Namun, ada satu tambahan penting dalam video yang harus dianalisis Persik.
Bukan lagi sekadar Careca, Gustavo Franca atau winger dengan pergerakan dinamis, tetapi juga Otusanya, nomor 9 murni yang baru saja didatangkan Arema FC.