jatimnow.com - Pengurus Wilayah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW PMII) Jawa Timur mengkritik keras sikap pemerintah yang dinilai tebang pilih dalam mengelola sektor tembakau nasional. Negara dianggap sangat agresif bertindak sebagai penagih cukai, tetapi mendadak pasif saat petani lokal terimpit kejatuhan harga.
Ketua Umum PMII Jawa Timur, Mohammad Ivan Akiedozawa, menilai ada jurang pemisah yang lebar antara regulasi di tingkat pusat dan realitas hidup masyarakat bawah.
Bagi pemerintah, tembakau kerap dipandang sebatas objek pajak untuk menopang pendapatan fiskal. Padahal, komoditas ini merupakan penopang utama ekonomi masyarakat pedesaan, khususnya di wilayah Madura.
"Negara sangat sigap menghitung potensi pajak yang hilang, tetapi mendadak buta dan tuli terhadap kesejahteraan manusia yang menanamnya," ujar Ivan.
Ketika petani Madura dihantam lonjakan harga pupuk, cuaca ekstrem, dan permainan harga tengkulak, kehadiran negara nyaris tak dirasakan. Tidak ada jaring pengaman ekonomi yang disiapkan untuk menyelamatkan nasib para penanam modal di tingkat tapak tersebut.
Baca juga:
Inovasi Mahasiswa ITS, Pengering Tembakau 100 Kg Tuntas dalam 3 Jam
Sebaliknya, aparat penegak hukum bergerak sangat cepat ketika muncul industri lokal independen yang mencoba bertahan hidup di luar jalur resmi. Barang-barang disita dan tuduhan merugikan negara langsung digaungkan ke publik karena bisnis skala kecil tersebut tak menyetor pita cukai.
Pola penindakan yang kaku tanpa perbaikan struktur ekonomi ini dinilai tidak akan pernah menyelesaikan akar masalah. Warga kecil terdesak masuk ke ruang informal bukan karena niat melanggar aturan, melainkan akibat sistem tata niaga yang tidak pernah memihak mereka.
Baca juga:
PTPN I Regional 5 Gandakan Lahan Tembakau Klaten, Bangun 38 Sumur Bor
PMII Jatim mendesak pemerintah segera mengubah cara pandangnya dalam mengelola ekosistem pertanian lokal secara menyeluruh.
"Jangan cuma memposisikan diri sebagai juru tagih yang datang tepat waktu saat hendak menarik bayaran, tetapi mendadak menghilang sewaktu rakyat meminta perlindungan," tegas Ivan.
URL : https://jatimnow.com/baca-87548-pmii-jatim-sentil-ketimpangan-tata-niaga-dan-cukai-tembakau