jatimnow.com – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) turun langsung ke Kabupaten Jember untuk mengevaluasi penyebab antrean panjang BBM, yang mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Anggota Komite BPH Migas, Wahyudi Anas, mengungkapkan bahwa tersendatnya pasokan ke wilayah Jember, Situbondo, Bondowoso, dan Lumajang dipicu oleh kendala distribusi dari Depo Terminal Tanjungwangi, Banyuwangi.
"Di Terminal Tanjungwangi sempat terjadi kemacetan armada pengiriman akibat lonjakan permintaan BBM hingga 42 persen. Hal itu membuat proses distribusi BBM ke daerah penyangga sempat terkunci di sana," ujar Wahyudi saat melakukan peninjauan di SPBU Kaliwates, Jumat (11/9/2026).
Selain lonjakan permintaan, faktor kemacetan jalan dan kerawanan jalur distribusi di Banyuwangi turut memicu keterlambatan pengiriman.
"Kami juga mengevaluasi potensi gangguan lain. Jika terjadi longsor di Gunung Gumitir atau ada kendala di jalur poros pelabuhan, otomatis pengiriman BBM ke Jember akan terganggu," tambahnya.
Mengantisipasi pasokan macet, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus telah melepaskan 15 unit armada truk tangki bantuan yang dikirim langsung dari Surabaya untuk memperkuat pengiriman di wilayah terdampak. Langkah siaga ini disiapkan agar kelangkaan BBM di tingkat pengecer tidak berlarut-larut.
Baca juga:
Tak Ingin Antrean di SPBU Terulang, Bupati Jember Usulkan Pengaktifan Depo BBM
BPH Migas juga menemukan indikasi penyelewengan dalam penyaluran BBM bersubsidi. Pihaknya memutuskan untuk menghentikan sementara suplai BBM jenis Biosolar dan Pertalite di SPBU Tegal Besar, Jember.
Wahyudi mengimbau seluruh pemilik SPBU agar tidak sekali-kali bekerja sama dengan oknum penimbun BBM yang mencari keuntungan pribadi.
"BBM Biosolar dan Pertalite ditujukan untuk masyarakat berhak guna menopang perekonomian mereka. Jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," tegasnya.
Baca juga:
Pantau Antrean BBM, Bupati Jember Soroti Masih Ada Kecamatan Belum Miliki SPBU
Ia menyebutkan bahwa beberapa SPBU di Jember yang terbukti melanggar aturan telah dikenakan sanksi, koreksi kuota, hingga penalti dari pihak berwenang.
Untuk memastikan pendistribusian tepat sasaran, BPH Migas akan memperketat pengawasan bersama Pertamina, Hiswana Migas, dan DPRD Jember. Masyarakat juga diimbau aktif melaporkan jika menemukan praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi di lapangan.
URL : https://jatimnow.com/baca-87479-bph-migas-pantau-krisis-bbm-di-jember-ini-langkah-penanganannya