Pixel Code jatimnow.com

BEM FH UPN Jatim Gandeng RLD Bekali Mahasiswa Ilmu Jurnalistik

Editor : Ali Masduki   Reporter : Ali Masduki
Tim RLD memandu peserta ketika praktek menulis ketika mengikuti pelatihan Jurnalistik di markas RLD, di Surabaya, Minggu (13/9/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)
Tim RLD memandu peserta ketika praktek menulis ketika mengikuti pelatihan Jurnalistik di markas RLD, di Surabaya, Minggu (13/9/2026). (Foto: Ali Masduki/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur menggandeng Rumah Literasi Digital (RLD) untuk memperkuat kemampuan jurnalistik mahasiswa di tengah derasnya arus informasi digital.

Kolaborasi itu diwujudkan melalui Aksara Media, Pelatihan Jurnalistik BEM FH UPN “Veteran” Jatim, yang digelar di Markas RLD, Jalan Makam Peneleh No. 46, Surabaya, Minggu (13/9/2026).

Sebanyak 20 mahasiswa Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur dari angkatan 2024 hingga 2026 mengikuti pelatihan tersebut. Materi yang diberikan mencakup teknik menulis berita, artikel ramah mesin pencari atau SEO, kode etik jurnalistik, fotografi jurnalistik, penyuntingan berita hingga pengelolaan media sosial.

Sejumlah praktisi menjadi pemateri dalam kegiatan itu. Direktur RLD Andika Ismawan membahas Kode Etik Jurnalistik, sementara jurnalis Siaga Indonesia Bambang Widodo, memberikan materi teknik penulisan berita.

Materi fotografi jurnalistik disampaikan Ali Masduki dari Pewarna Foto Indonesia (PFI) Surabaya. Adapun sesi pengelolaan media sosial dan media digital diisi Deni Adi Santoso.

Ketua BEM Fakultas Hukum UPN “Veteran” Jawa Timur, Herlambang Sudrajad, mengatakan pelatihan tersebut dirancang terutama untuk memperkuat kapasitas mahasiswa yang terlibat dalam bidang hubungan dan komunikasi organisasi.

“Jadi, kami hari ini datang ke Rumah Literasi Digital bersama teman-teman. Kita ingin belajar tentang jurnalistik, penulisan dan juga bagaimana cara kita untuk menyesuaikan diri di era digital,” ujar Herlambang.

Menurut dia, perkembangan teknologi membuat kemampuan komunikasi organisasi tidak bisa berhenti pada pola konvensional.

Mahasiswa, kata dia, perlu memahami cara mengolah informasi sekaligus memproduksi konten yang relevan dengan perkembangan media.

Untuk itu, BEM FH UPN “Veteran” Jatim berharap kolaborasi dengan RLD tidak berakhir setelah pelatihan selesai.

“Harapan saya teman-teman dari BEM, terutama bidang hubungan komunikasi, tidak tertinggal oleh kemajuan teknologi. Maka dari itu kita mengajak Rumah Literasi Digital ini untuk bekerja sama sehingga nantinya kerja sama ini tidak hanya selesai di sini dan bisa menjadikan teman-teman ini sebagai penulis dan jurnalis yang baik,” terangnya.

Herlambang mengatakan peserta dibatasi 20 orang karena menyesuaikan kapasitas pelatihan. Mereka berasal dari sejumlah angkatan agar pengetahuan jurnalistik dapat berkembang lintas generasi di lingkungan Fakultas Hukum.

“Karena ini kuota terbatas, jadi kita hanya pilih 20 orang yang mendaftar dan ini adalah lintas angkatan dari angkatan 2024 hingga 2026 Fakultas Hukum UPN Jawa Timur,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Audrey Christie Wijanarko, menilai pelatihan memberikan pengalaman baru karena materi tidak hanya disampaikan secara teoritis. Peserta juga mendapat kesempatan mempraktikkan materi yang dipelajari.

Baca juga:
Bukan Cuma SEO, AI Visibility Kini Jadi Kunci Strategi Digital

“Untuk acara hari ini sebenarnya di luar ekspektasi saya, ternyata ada praktiknya juga. Terus sejauh yang saya dengarkan ternyata gampang dicerna juga materinya. Dari kode etik jurnalistik sampai praktik foto dalam jurnalistik,” kata Audrey.

Mahasiswi yang tergabung dalam bidang Hubungan Komunikasi BEM FH UPN “Veteran” Jatim itu mengaku sebelumnya masih minim pengetahuan mengenai jurnalistik. Menurut dia, pelatihan tersebut menjadi pijakan awal untuk memperdalam kemampuan tersebut.

“Jujur itu pengetahuan baru juga buat saya tentang jurnalistik, karena sebelumnya saya sangat minim ilmunya tentang jurnalistik,” ucapnya.

Audrey mengatakan bidang hubungan dan komunikasi membutuhkan keterampilan jurnalistik untuk menunjang pekerjaan organisasi. Karena itu, BEM berencana melanjutkan pembelajaran secara lebih mendalam.

“Rencananya sih bakal ada pelajaran lebih dalam tentang jurnalistik tersendiri. Kita adakan pelatihan jurnalistik karena memang kita mau mendalami, khususnya di bidang hubungan dan komunikasi,” lanjutnya.

Herlambang berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat langsung diterapkan dalam aktivitas organisasi. Peliputan program kerja, publikasi kegiatan hingga pengembangan media informasi mahasiswa menjadi sejumlah ruang yang bisa dimanfaatkan.

“Setelah pelatihan ini mungkin ketika ada acara BEM, event maupun proker kita bisa memuat itu dalam suatu berita. Bahkan kita bisa membuat suatu situs atau website berita sendiri yang isinya kegiatan dari teman-teman,” katanya.

Baca juga:
KM Virgo Transport 8 Hilang Kontak, Korban Kebakaran dan Pelatihan Jurnalistik

Menurut Herlambang, penguasaan jurnalistik juga perlu berjalan seiring dengan pemahaman mengenai kebebasan berekspresi dan aspek hukum dalam kerja media.

“Di era seperti ini kebebasan dalam menulis, dalam berekspresi, dalam berpendapat harus tetap ditegakkan. Jangan sampai ada intimidasi karena kita di sini dilindungi oleh undang-undang. Bagaimana kita bisa menyuarakan suara rakyat secepat dan setepatnya,” ujarnya.

Sementara Direktur RLD Andika Ismawan menyambut kolaborasi tersebut. Ia menilai mahasiswa memiliki peran strategis dalam ekosistem informasi digital sehingga perlu memahami bukan hanya teknik produksi konten, tetapi juga tanggung jawab di balik penyebaran informasi.

“Kami melihat mahasiswa sebagai bagian penting dari ekosistem informasi di era digital. Karena itu, kemampuan jurnalistik tidak hanya soal bagaimana menulis berita, tetapi juga bagaimana memahami etika, melakukan verifikasi informasi dan menyampaikan sesuatu secara bertanggung jawab,” tuturnya

Andika berharap pelatihan tersebut menjadi awal bagi mahasiswa untuk menghasilkan karya secara konsisten. RLD juga membuka peluang untuk melanjutkan kerja sama dengan BEM FH UPN “Veteran” Jatim melalui program jurnalistik maupun literasi digital lainnya.

“Kami berharap kegiatan hari ini tidak berhenti sebagai pelatihan satu hari. Setelah ini teman-teman bisa terus berlatih, membuat karya dan mengembangkan media informasi di lingkungan kampus,” katanya.

“RLD tentu terbuka untuk terus berkolaborasi dengan BEM FH UPN Veteran Jawa Timur dalam pengembangan literasi digital dan jurnalistik mahasiswa,” tutup Andika.