Pixel Code jatimnow.com

Harga Emas Antam Turun Rp18.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,75 Juta

Editor : Yanuar D  
Ilustrasi
Ilustrasi

jatimnow.com - Harga emas batangan Antam kembali mengalami koreksi pada perdagangan Rabu (26/8/2026) pagi. Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia per pukul 08.49 WIB, harga emas Antam turun Rp18.000 per gram dari sebelumnya Rp2.768.000 menjadi Rp2.750.000 per gram.

Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau pembelian kembali. Saat ini, harga buyback emas Antam berada di level Rp2.610.000 per gram. Harga ini menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emas batangan mereka kepada Antam.

Meski demikian, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas global, nilai tukar rupiah, serta kondisi pasar yang memengaruhi perdagangan logam mulia.

Bagi investor yang berencana melakukan transaksi buyback, perlu memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku. Setiap transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi saat proses buyback dilakukan.

Sementara itu, pembelian emas batangan Antam juga dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar yang tercantum di laman resmi Logam Mulia.

Berikut daftar harga emas Antam terbaru:

• Emas 0,5 gram: Rp1.425.000

• Emas 1 gram: Rp2.750.000

• Emas 2 gram: Rp5.440.000

• Emas 3 gram: Rp8.135.000

Baca juga:
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp18.000, Tembus Rp2,768 Juta per Gram

• Emas 5 gram: Rp13.525.000

• Emas 10 gram: Rp26.995.000

• Emas 25 gram: Rp67.362.000

• Emas 50 gram: Rp134.645.000

• Emas 100 gram: Rp269.212.000

Baca juga:
Intip Fluktuasi Harga Emas Antam Pekan Ini dan Update Terbarunya

• Emas 250 gram: Rp672.765.000

• Emas 500 gram: Rp1.345.320.000

• Emas 1.000 gram: Rp2.690.600.000

Koreksi harga ini menjadi perhatian para investor maupun masyarakat yang menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang. Meski mengalami penurunan harian, emas masih dianggap sebagai aset lindung nilai yang relatif aman di tengah dinamika ekonomi dan ketidakpastian pasar keuangan global.