jatimnow.com - Kirab Pawai Budaya 527 Ancak Agung di Jember digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema “Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah, Mengangkat Marwah Jember”, kirab ini tidak sekadar menjadi perayaan budaya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya merawat tradisi sekaligus memperkuat gotong royong dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.
Ancak Agung merupakan tradisi masyarakat Jember yang menjadi wujud rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus ungkapan kecintaan kepada Rasulullah SAW. Tradisi tersebut diwujudkan melalui ancak berisi beragam hasil bumi dan makanan tradisional yang kemudian diarak bersama dalam sebuah kirab.
Beragam hasil bumi dan makanan tradisional yang dibawa dalam ancak menjadi simbol rasa syukur atas rezeki dan potensi daerah. Bentuk dan isi ancak yang beragam juga mencerminkan kekayaan hasil pertanian serta kreativitas masyarakat dalam mempertahankan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kirab tahun ini diikuti 867 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, kelurahan, desa, sekolah hingga lembaga kemasyarakatan.
Keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa Ancak Agung telah menjadi tradisi bersama. Perbedaan latar belakang dan wilayah peserta berpadu dalam satu rangkaian kirab, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.
Bukan hanya sebagai perhelatan budaya, Ancak Agung juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial masyarakat. Tradisi ini membawa pesan bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan ketika dijaga dengan persaudaraan, toleransi dan saling menghormati.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan memperkuat hubungan antarsesama.
Baca juga:
Warga Kademangan Probolinggo Unjuk Potensi Lokal di Acara Demang Fair
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT Kemerdekaan RI memiliki pesan yang sejalan, terutama tentang persaudaraan, kecintaan terhadap tanah air dan kepedulian terhadap sesama.
“Mudah-mudahan dari Jember untuk Indonesia dan untuk dunia, kita menunjukkan bahwa di Jember toleransi tetap harus kita jaga bersama-sama,” ujar Gus Fawait.
Ia berharap nilai-nilai kemanusiaan tersebut terus tumbuh dari Jember dan menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam menyuarakan perdamaian serta kehidupan yang saling menghormati.
Gus Fawait juga mengingatkan masyarakat untuk menjadikan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, keteladanan tersebut salah satunya diwujudkan dengan menghargai perbedaan dan memberikan ruang kepada umat agama lain untuk menjalankan ibadah dengan tenang.
Baca juga:
Parade Bungga hingga Kirab Lampion Semarakkan Hari jadi Surabaya 2023, Catat Tanggalnya!
“Kalau mengaku umat Nabi Muhammad, tidak mungkin akan mengganggu ibadah agama yang lain,” tegasnya.
Menurut Gus Fawait, keberadaan Ancak Agung menunjukkan bahwa tradisi dapat menjadi jembatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam satu semangat persaudaraan.
Hasil bumi dan makanan tradisional yang dibawa dalam ancak tidak hanya menggambarkan kekayaan potensi daerah, tetapi juga menunjukkan kuatnya gotong royong masyarakat dalam menjaga warisan budaya.
“Ancak Agung mungkin tidak seberapa, tetapi ini membuat kita bahagia karena kita bisa berkumpul bersama. Mari kita jaga tradisi, kita kuatkan ukhuwah, kita rawat toleransi, dan kita angkat marwah Jember bersama-sama,” pungkasnya.
URL : https://jatimnow.com/baca-86954-kirab-527-ancak-agung-jember-merawat-warisan-budaya