Pixel Code jatimnow.com

Harga Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Pamenang Pare Mulai Naik

Editor : Yanuar D  
Pasar Pamenang Pare. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Pasar Pamenang Pare. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga sejumlah bahan pokok di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, mulai naik. Kondisi yang menyulitkan masyarakat ini, juga berdampak pada penjualan pedagang yang semakin sepi.

Pedagang ayam, Indarwati (62), mengatakan harga ayam saat ini mencapai Rp40 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dari sebelumnya sekitar Rp38 ribu per kilogram setelah momentum 17 Agustus.

Karena kondisi pasar sepi, Indarwati bahkan memilih menurunkan harga jual menjadi Rp39 ribu per kilogram agar dagangannya tetap laku.

"Ini karena sudah siang terus sepi saya turunin Rp39.000, cuma seribu kan gak rugi, setidaknya balik modal lah," katanya, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, kenaikan harga ayam membuat pembeli semakin berkurang. Kondisi tersebut terutama dirasakan pedagang yang berjualan di dalam pasar.

Biasanya dia membawa 60 kg habis dalam waktu setengah hari, hari ini 35 kg, masih sisa 10 kg.

Indarwati juga menyoroti keberadaan pedagang di luar pasar yang bahkan kadang masih berjualan hingga sore. Ia berharap ada penertiban jam berjualan sehingga pembeli dan penjualan bisa lebih merata.

"Gak muluk-muluk kita, cuma penjualan di luar pasar itu ditertibkan jamnya agar penjualannya rata sama yang di dalam pasar. Ini yang di dalam ini, sama semua keresahannya, sepi karena yang di luar itu jualannya kadang ada yang sampai sore," ungkapnya.

Keluhan serupa disampaikan pedagang daging, Siti Rofiah (50). Ia menyebut harga daging saat ini mencapai Rp130 ribu per kilogram.

Menurut Siti, kenaikan harga tersebut terjadi secara bertahap setelah Hari Raya Idul Adha. Harga yang sebelumnya Rp110 ribu per kilogram naik bertahap, hingga kini mencapai Rp130 ribu per kilogram.

Baca juga:
Pemprov Jatim Pastikan Harga dan Stok Sembako Jelang Lebaran 2025 Aman

"Naiknya bertahap, dari Rp110, Rp115, trus sekarang Rp130 ribu," ujarnya.

Kenaikan harga tersebut turut membuat pembeli semakin sepi. Siti mengaku kini hanya kulakan daging setiap dua hari sekali untuk menyesuaikan kondisi penjualan.

“Kalau nggak punya langganan ya susah. Ini sehari aja nggak sampai 5 kilogram lakunya,” katanya.

Sementara itu, pedagang sembako Sholeh (55) mengatakan beberapa komoditas kebutuhan pokok juga mengalami kenaikan.

Harga minyak goreng curah kini berada di angka sekitar Rp20 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya Rp19 ribu-Rp19.500 per kilogram. Kenaikan tersebut mulai dirasakan sekitar sepekan terakhir.

Baca juga:
Harga Bahan Pangan di Ponorogo Melonjak jelang Nataru, Daging Tetap Stabil

Harga beras juga mengalami kenaikan dalam lima hari terakhir. Saat ini harga beras berada di kisaran Rp14 ribu-Rp14.500 per kilogram, dari sebelumnya Rp13 ribu-Rp13.500 per kilogram. Untuk beras kualitas bagus, harganya mencapai Rp14.500 per kilogram.

Sedangkan minyak goreng kemasan relatif stabil, yakni sekitar Rp22 ribu hingga Rp22.750 per liter. Harga gula putih juga masih bertahan di Rp16.150 per kilogram, gula merah berada di kisaran Rp16 ribu-Rp17 ribu per kilogram

Untuk komoditas lainnya, cabai merah Rp25 ribu, cabai rawit Rp48 ribu, cabai keriting Rp30 ribu.

Bawang merah Rp15 ribu-Rp25 ribu, bawang putih Rp30 ribu, kentang Rp13 ribu-Rp20 ribu, tomat sekitar Rp6 ribu per kilogram, dan telur Rp23 ribu per kilogram.

Pedagang berharap harga kebutuhan pokok kembali stabil sehingga daya beli masyarakat meningkat. Mereka juga berharap pengaturan jam aktivitas pedagang di dalam dan luar Pasar Pamenang Pare dapat diperhatikan agar persaingan penjualan lebih seimbang.