jatimnow.com - Polres Jombang mematangkan pengamanan Istighotsah Akbar Pra-Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dijadwalkan berlangsung Kamis (20/8/2026). Polisi memprediksi kegiatan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Jombang, itu akan menarik mobilitas ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Persiapan pengamanan dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektoral yang dipimpin Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan di Jombang Command Center (JCC) Mapolres Jombang, Rabu (19/8/2026).
Rakor melibatkan sekitar 50 peserta dari berbagai unsur, mulai jajaran PJU Polres Jombang dan para kapolsek, panitia Istighotsah Akbar, Satpol PP, Kodim 0814 Jombang, pemadam kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, hingga unsur pemerintahan wilayah.
Ketua Panitia Istighotsah Akbar Pra-Muktamar ke-35 NU Gus Amin Yahya turut hadir dalam pertemuan tersebut. Unsur kewilayahan seperti Camat Jombang dan Kepala Desa Tambakrejo Moh. Nasir Fadhillah juga dilibatkan.
Ardi mengatakan koordinasi diperlukan agar seluruh unsur memiliki pola pengamanan dan langkah antisipasi yang sama. Menurut dia, potensi kepadatan massa harus menjadi perhatian sejak sebelum kegiatan dimulai.
"Kita tidak boleh underestimate terhadap kegiatan yang mengundang banyak massa. Seluruh unsur harus melakukan persiapan dan koordinasi dengan baik," kata Ardi.
Istighotsah Akbar dijadwalkan dimulai pukul 19.30 WIB di halaman Gedung Olah Raga (GSG) KH Hasbullah Said, Desa Tambakrejo. Panitia memperkirakan sekitar 5.000 jamaah akan hadir.
Baca juga:
Kisah Ndan Arif, Kader Banser yang Gowes 14 Hari ke Muktamar NU Jombang
Dari jumlah itu, sekitar 2.500 di antaranya merupakan jamaah Ishari yang mayoritas berasal dari Surabaya dan Sidoarjo.
Sejumlah tokoh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) juga dijadwalkan menghadiri acara, termasuk Ketua PBNU, Rais Syuriah PBNU, serta Ketua Organizing Committee (OC) PBNU.
Gus Amin mengatakan panitia juga menyiapkan pengamanan internal dengan melibatkan unsur Sigap Guru, Sigap Santri, dan Banser. Langkah tersebut disiapkan untuk mendukung pengamanan yang dilakukan aparat dan instansi terkait.
Baca juga:
Yenny Wahid Ingatkan Muktamar NU Jangan Lahirkan Faksi Baru
Selain keamanan, aspek kesehatan menjadi perhatian panitia. Koordinasi telah dilakukan dengan rumah sakit terdekat, sementara posko kesehatan disiapkan di sekitar lokasi acara untuk mengantisipasi kebutuhan medis jamaah.
Dalam rakor, masing-masing unsur juga mematangkan pengaturan lalu lintas, pelayanan kesehatan, serta rekayasa pengamanan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama kegiatan berlangsung.
Sinergi lintas instansi diharapkan mampu menjaga pelaksanaan Istighotsah Akbar Pra-Muktamar NU tetap aman, tertib, nyaman, dan kondusif di tengah tingginya mobilitas jamaah.