jatimnow.com - Api sempat kembali muncul di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Api muncul pada Selasa (18/8/2026) tepatnya di Blok Bantengan, antara kawasan Jemplang dan Ranupani, beberapa jam setelah operasi pemadaman api diputuskan dihentikan.
Budiono, salah satu tim relawan yang bersiaga membenarkan bahwa api sempat muncul sekitar pukul 17.40 WIB. Titik api ini disebutnya sebagau titik api baru yang muncul.
"Ini titik api baru, muncul di Bantengan yang berada antara Jemplang dan Ranupani," kata Budiono, salah relawan yang masih bersiaga saat dikonfirmasi.
Beruntung tim gabungan dari darat masih bersiaga sehingga api bisa dipadamkan. Tim gabungan dari darat melakukan pemadaman dengan menggunakan metode manual gebyok, hingga menyemprotkan air yang sudah disiapkan.
"Alhamdulillah berhasil dipadamkan lewat jalur darat sama rekan-rekan yang bersiaga," kata dia kembali.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha (Kabag TU) Bambang Suryono membenarkan, bahwa api baru sempat muncul di kawasan Blok Bantengan yang berbatasan antara Jemplang, wilayah Kabupaten Malang dan Ranupani, yang masuk Kabupaten Lumajang.
"Iya, titik api baru memang sempat muncul setelah operasi pemadaman dinyatakan berhenti," ujar Bambang Suryono, dikonfirmasi terpisah.
Meski demikian, lanjut Bambang, ratusan personel gabungan memang masih bersiaga meskipun status operasi pemadaman dihentikan pada Selasa 18 Agustus 2026 siang. Hal ini membuat titik api baru itu bisa segera dipadamkan tanpa harus meluas membakar kawasan lainnya.
Baca juga:
Bantu Kendalikan Karhutla Bromo, Damkar Surabaya Kerahkan Tim Rescue dan Dua Armada
"Tidak sampai melebar api sudah dipadamkan oleh rekan-rekan di lapangan. Kebetulan rekan-rekan masih bersiaga dengan peralatannya," tuturnya.
Di sisi lain, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengungkapkan, penghentian operasi pemadaman bukan berarti menghentikan personel untuk bersiaga. Patroli lanjutan disebutnya masih dilakukan guna mengantisipasi kemunculan titik api seperti yang terjadi pada Selasa petang.
"Patroli lanjutan pasca pembubaran tim Satgas tetap, personel tetap bersiaga untuk patroli rutin guna mengantisipasi potensi munculnya titik api selama musim kemarau," ucap Satriyo Nurseno.
Bahkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur telah menyiagakan satu unit helikopter jenis PK-DAP, untuk melakukan pembasahan dalam rangka mencegah timbulnya titik api lagi dan monitoring wilayah Bromo. Tak hanya itu, BPBD bersama tim dari Balai Besar TNBTS juga menguatkan sarana prasarana demi mencegah terjadinya kembali kebakaran.
Baca juga:
Kebakaran Gunung Bromo Meluas hingga 70 Hektare, Akses Wisata via Malang dan Lumajang Ditutup
"Jadi kami tegakaan meskipun posko tanggap darurat resmi ditutup, sistem koordinasi dan pengawasan tetap dijalankan secara berkelanjutan agar penanganan karhutla berjalan tanpa hambatan," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, kawasan Gunung Bromo mengalami kebakaran sejak Selasa 3 Agustus 2026 sore hari. Api terus membesar membakar vegetasi tanaman yang terdiri dari mentigen, akasia, semak belukar, hingga cemara gunung. Ribuan petugas gabungan berjibaku sejak Selasa 3 Agustus hingga berhasil padam pada 15 Agustus 2026. Total luasan area yang terbakar mencapai 1.121,66 hektar.
Operasi pemadaman sendiri dinyatakan ditutup pada Selasa 18 Agustus 2026, setelah tim gabungan dari Satuan Tugas (Satgas) melakukan evaluasi menyeluruh wilayah TNBTS.